Italia vs Austria, Azzurri Incar Rekor Baru
Timnas Italia siap memecahkan rekor baru dalam catatan laga tidak terkalahkan mereka. Saat ini, mereka telah mencapai 30 laga tidak terkalahkan
Timnas Italia siap memecahkan rekor baru dalam catatan laga tidak terkalahkan mereka. Saat ini, mereka telah mencapai 30 laga tidak terkalahkan. Menyamai rekor terbaik Azzurri yang pernah dibuat pada tahun 1939.
JIKA menang pada babak 16 Besar ini, maka Azzurri akan mebuat rekor baru dengan 31 laga tak terkalahkan. Melampaui prestasi pendahulu mereka yang meraih 30 laga tak terkalahkan dari 24 November 1935 hingga 20 Juli 1939.
Italia tampil mengesankan di babak penyisihan grup dengan tiga kemenangan tanpa kebobolan. Sekarang, mereka akan menghadapi Austria, tim yang baru pertama kali merasakan lolos babak sistem gugur Piala Eropa. Kedua tim ini akan bertanding di Stadion Wembley, London pada laga babak 16 Besar, Minggu (27/6/2021) dini hari WIB.
Ada situasi yang berbeda dengan saat pertandingan pertama di laga penyisihan grup EURO 2020. Saat itu, Italia kurang diunggulkan untuk bisa juara. Tapi kini ada harapan besar di pundak penggawa Azzurri, mereka akan melakoni laga babak 16 Besar dengan status sebagai favorit juara. Dalam pertemuan kedua tim, Azzurri tidak terkalahkan dalam 13 pertemuan terakhir antara kedua tim.
Sejak tahun 1962, Italia telah memenangkan keempat pertandingan melawan Austria di Piala Dunia FIFA. Dalam catatan statistik, Italia telah memenangkan 11 pertandingan terakhir mereka tanpa kebobolan satu gol pun dan tidak terkalahkan dalam 30 pertandingan. Ini akan menjadi dorongan ekstra bagi tim Roberto Mancini untuk meraih kemenangan pada laga ini.
Bek Italia, Giovanni Di Lorenzo merasa tidak sabar untuk menghadapi Austria. Menurutnya, meski telah meraih prestasi gemilang dengan catatan sempurna di babak penyisihan, Italia belum mencapai apa pun di Piala Eropa ini. Dia berharap para pemain tetap rendah hati dan fokus pada target sesungguhnya.
"David Alaba adalah pemain terpenting mereka. Austria adalah tim yang lebih mengandalkan kekuatan fisik, mereka menjaga tempo tinggi, tetapi kami siap, kami adalah Italia. Dan kami bertanding untuk menang. Saya tidak merasakan kecemasan dalam grup, hanya konsentrasi dan keinginan untuk keluar dan bermain," kata bek kanan Napoli itu dalam konferensi persnya.
“Tahap sistem gugur dimulai di sini, ini seperti daging dari kompetisi dan kami tidak sabar untuk menunggunya,” tambahnya lagi.
Pada Piala Eropa tahun ini, Azzurri adalah satu-satunya tim yang memenangkan ketiga pertandingan fase grup tanpa kebobolan satu gol pun.
"Turnamen ini sudah menunjukkan bahwa tidak ada pertandingan yang mudah. Saya tidak setuju bahwa 30 pertandingan tak terkalahkan yang kami raih, dicapai tanpa menghadapi lawan yang tangguh. Kami selalu berusaha untuk memainkan yang terbaik dan mengambil inisiatif, tidak peduli siapa yang kami hadapi," ucapnya.
“Kami tahu bahwa kami belum mencapai apapun, ada negara lain yang juga melakukannya dengan sangat baik dan itu adalah garis tipis antara antusiasme dan kesombongan. Kami pikir Prancis dan Belgia akan berjuang sampai akhir dan berharap untuk berada di sana juga,” imbuh dia.
Jika Italia lolos ke babak perempat final, mereka akan menghadapi Belgia atau Portugal. Dua tim yang saling berhadapan pada babak 16 Besar. Di sisi lain, timnas Austria saat ini juga merupakan generasi sepak bola terbaik untuk negaranya. Mereka telah menorehkan prestasi gemilang di Piala Eropa kali ini. Ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka bisa menembus babak knock-out.
Sebelumnya, mereka datang ke turnamen ini tanpa kemenangan. Tetapi di EURO 2020 yang merupakan EURO ketiga dalam sejarah timnas Austria, mereka meraih dua kali kemenangan. Itu adalah hal yang sangat baik mereka menang atas Makedonia Utara dan Ukraina. Austria yang hanya mencetak satu gol di EURO 2008 dan 2016 telah berubah. Mereka sekarang telah mencetak empat gol di EURO 2020.
"Kita sudah mencapai sesuatu yang bersejarah; mengapa kita tidak terus melanjutkannya?" kata gelandang Austria, Florian Grillitsch.
Dalam 35 pertemuan head-to-head antara kedua belah pihak, Italia lebih dominan memegang keunggulan. Mereka telah memenangkan 16 pertandingan, kalah 11 kali dan seri delapan kali. Dalam tujuh pertemuan terakhir di semua kompetisi, Italia tidak terkalahkan atas Austria. Lima laga berakhir untuk kemenangan Italia dan dua laga berakhir seri dengan skor 2-2.
Kedua negara terakhir kali bertemu pada tahun 2008, dengan pertandingan berakhir imbang 2-2. Gol dari bek tengah Emanuel Pogatetz dan striker Marc Janko untuk Austria dibalas oleh gol dari striker Alberto Gilardino dan gol bunuh diri dari kiper Ramazan Ozcan.(Tribun Network/mba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/italia-vs-austria-azzurri-incar-rekor-baru.jpg)