Breaking News:

Salam

Siapkan PTM agar tak Timbulkan Kecemasan

Peningkatan kasus baru infeksi Covid secara tajam di Indonesia dalam beberapa hari terakhir telah mengubah sikap masyarakat terhadap aktivitas

Editor: bakri
HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memantau langsung hari pertama sekolah tatap muka di SDN 67 Percontohan Banda Aceh, Senin (4/1/2021). 

Peningkatan kasus baru infeksi Covid secara tajam di Indonesia dalam beberapa hari terakhir telah mengubah sikap masyarakat terhadap aktivitas sekolah anak-anak mereka. Jika dua bulan lalu mayoritas orang tua setuju dilangsungkannya kembali sistem pembelajaran secara tatap muka di sekolah, tapi bulan ini, mayoritas masyarakat menolaknya.  

Sejak 15 hingga 23 Juni 2021, Lembaga Survei KedaiKOPI melakukan survei untuk melihat sikap masyarakat terhadap rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya akan dimulai Juli mendatang. Hasilnya, sebanyak 59 persen responden menyatakan tidak setuju dilakukan PTM.  "Kita tanya apakah Anda setuju jika sekolah mulai melaksanakan pembelajaran secara tatap muka dan ternyata 59 persen bilang tidak setuju, 41 persen bilang setuju," kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo.

Kemudian, mereka juga melakukan survei sikap masyarakat terhadap PTM berdasarkan zona risiko Covid‑19. Hasilnya, di zona risiko rendah, jumlah responden yang setuju PTM yaitu 43 persen, sedangkan di zona risiko sedang yaitu 38,4 persen. "Di daerah risiko tinggi itu yang setuju hampir 42 persen yang tidak setuju 58 persen. Hanya selisih sedikit dengan yang risiko rendah sebenarnya," ujar pimpinan lembaga survei tersebut.

Hasil itu berbeda jauh dengan suara responden pada dua bulan sebelumnya. Pada 21‑25 April 2021, Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) melakukan telesurvei di 34 provinsi. Responden diwawancarai lewat kontak telepon dengan menggunakan kuesioner. Hasilnya, 75,8% publik setuju segera dimulainya pembelajaran tatap muka. Namun, sebagian besar publik yaitu 49,4% publik meminta agar pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap bukan serentak.

Selain itu, survei yang dilakukan ASI itu juga menyatakan bahwa mayoritas responden merasa belajar secara during atau online tidak efektif. Bahkan, kita juga mencatat keluhan banyak orangtua yang merasa sangat kerepotan mendampingi anak-anaknya untuk belajar secara during. Ini terutama sekali sangat dirasakan oleh para orang tua yang anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar atau madrasah ibtidayah.

Makanya, setelah survei itu dan beberapa survei lainnya yang dilakukan sekitar bulan Maret dan April 2921, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengizinkan seluruh sekolah di Indonesia untuk menggelar PTM terbatas pada Juli 2021. Hanya saja, pelaksanaan PTM terbatas harus mengikuti pengaturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di daerah masing‑masing. PTM harus ditiadakan apabila daerah tersebut memiliki tingkat penyebaran Covid‑19 yang tinggi atau zona merah.

Pertanyaannya, apakah pemerintah akan berubah sikap dengan meliaht perkembangan kasus jangkitan Covid yang kian menggila di Indonesia? Untuk Pulau Jawa mungkin PTM bisa saja ditunda lagi. Tapi, untuk luar Jawa, ada beberapa daerah yang secara penuh sudah bisa menggelar pembelajaran secara tatap muka.

Aceh bagaimana? Jika melihat kasus yang terjadi pekan lalu, kita tentu sangat khawatir andaikata  PTM digelar penuh pada bulan Juli. Kondisinya memang belum cukup meyakinkan, Sebab, Aceh termasuk daerah yang sering terperosok dalam zona merah, seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Pidie. Oleh sebab itu, pemerintah provinsi dan Pemkab/Pemko di Aceh harus memikirkan langkah atau kebijakan yang tepat mengingat jadwal masuk sekolah hanya tinggal lebih kurang dua pekan lagi.

Belajar tatap muka bagaimanapun memang harus dilaksanakan. Cuma saja, kondisi sekarang bagi Aceh masih sangat mencemaskan. Dan, jika PTM digelar, maka persiapan pemerintah, manajemen sekolah, dan orang tua atau masyarakat harus sudah cukup matang. Sebab, ketika PTM digelar pada semester lalu, kenyataannya banyak yang tidak siap. “Tidak siap” yang kita maksud adalah tidak disiplin terhadap protokol kesehatan. Ditambah lagi, banyak guru juga belum divaksin.

 Oleh karenanya, kita berharap pemerintah betul-betul menyiapkan semua hal secara matang agar PTM (jika benar diterapkan) mulai 12 Juli nanti dapat berjalan baik dan tak mencemaskan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved