Breaking News:

Berita Bisnis

Ini Sanksi Jika Bank Aceh Syariah belum Gelar RUPS Hingga 30 Juni 2021, OJK: Konsekuensinya Berat

Apabila Bank Aceh Syariah belum melaksanakan RUPS hingga 30 Juni 2021, maka OJKAceh akan memberikan sanksi berupa sanksi administratif.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS/Hendri
Kepala OJK Aceh, Yusri saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia dan diterima oleh Pemimpin Umum Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia Mohd Din, News Manager Bukhari M Ali, dan sejumlah manager lainnya, Senin (11/1/2021). Kepala OJK menyatakan, jika Bank Aceh Syariah tidak menggelar RUPS di bawah tanggal 30 Juni, maka sanksi sudah menanti bank milik daerah tersebut. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Apabila Bank Aceh Syariah belum melaksanakan RUPS hingga 30 Juni 2021, maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh akan memberikan sanksi berupa sanksi administratif.

“Kalau OJK kita hanya sanksi administratif saja nanti. Cuma konsekuensi dari tidak dibuat itu yang berat,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Yusri kepada Serambinews.com, Minggu (27/6/2021).

“Sementara  bank ini kan lagi butuh permodalan, tambah modal salah satunya dari laba. Apabila ini tidak disahkan, maka otomatis tidak bisa ngapa-ngapain,” lanjut Yusri.

Yusri menjelaskan, ada beberapa konsekuensi yang harus dipikirkan oleh para pemegang saham.

Karena pelaksanaan RUPS tersebut untuk mengesahkan laporan keuangan yang dikerjakan pada 2020.

“Nah, kalau itu tidak di RUPS artinya laporan keuangan itu tidak disahkan,” papar dia.

Baca juga: Sekda: Lanjutan RUPS Bank Aceh Syariah Tunggu Gubernur Sehat, Bustami Hamzah Masih Jabat Komut

Baca juga: Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah Terima TFC Premium

Baca juga: Komit, Bank Aceh Syariah KPO Kembali Kumpulkan Darah 42 Kantong, Wujud Kepedulian Bagi PMI & Sesama

“Maka segala sesuatu yang dihasilkan atau dilakukan pada 2020 itu praktis belum mendapatkan legalisasi benar tidaknya,” sebut Yusri.

Selanjutnya konsekuensi yang lain, dikatakan Yusri, misalnya Bank Aceh punya laba, kemudian laba itu tidak bisa dipakai untuk cadangan, deviden, dan bonus.

“Tapi  mereka (pihak Bank Aceh Syariah) mau melaksanakannya (RUPS) tanggal 28 Juni,” beber dia.

“Undangannya sudah dikirim ke seluruh bupati dan wali kota di Aceh, mereka juga sudah kirim tembusannya ke kita,” pungkas Kepala OJK Aceh, Yusri.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved