Breaking News:

Stop Sebar Hoaks! Mari Gunakan Instagram Sesuai Amanat Alquran

Seharusnya, melalui IG masyarakat dapat mempererat silaturrahmi, mendapatkan penghasilan, bahkan berdakwah.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Hilmadia Miranti (Alumnus Fakultas Tarbiyah UIN SU Medan, aktivis menulis pada kelas Karya Tulis Ilmiah Quran (KTIQ) Kabupaten Bener Meriah). 

Oleh: Hilmadia Miranti*)

Komunikasi verbal (kata-kata) adalah wujud interaksi sosial yang dilakukan manusia setiap waktu.

Penelitian menunjukkan bahwa manusia menghabiskan waktu untuk berkomunikasi antara 70-90 persen dari jumlah waktu kegiatan setiap hari (Tommy Suprapto, 2006).

Instagram (IG) adalah satu media sosial yang banyak digemari masyarakat, terkhusus generasi milenial.

Sebagaimana dikutip Imam Mustofa, dari Napoleon Cat, pada semester pertama 2020, pengguna IG di Indonesia mencapai 69,2 juta pengguna (http://jurnalfdk.uinsby.ac.id).

Seharusnya, melalui IG masyarakat dapat mempererat silaturrahmi, mendapatkan penghasilan, bahkan berdakwah.

Namun, pada kenyataannya, IG seringkali digunakan untuk membuat dan menyebarkan berita palsu (hoaks), fitnah yang menjadi ancaman bagi timbulnya perpecahan di masyarakat.

Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak orang yang menyebarkan berita hoaks terkait bahaya vaksin sinovac dan lainnya yang dapat menimbulkan keresahan publik.

Orang-orang menjadi enggan ikut dalam program vaksinasi massal yang dicanangkan pemerintah.

Membuat dan menyebarkan berita palsu serta menghina orang lain bertentangan dengan prinsip komunikasi dan norma-norma Islam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved