Breaking News:

Stop Sebar Hoaks! Mari Gunakan Instagram Sesuai Amanat Alquran

Seharusnya, melalui IG masyarakat dapat mempererat silaturrahmi, mendapatkan penghasilan, bahkan berdakwah.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Hilmadia Miranti (Alumnus Fakultas Tarbiyah UIN SU Medan, aktivis menulis pada kelas Karya Tulis Ilmiah Quran (KTIQ) Kabupaten Bener Meriah). 

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Menurut Al-Mawardi (2002) qawlan kariman adalah perkataan dan ucapan-ucapan yang baik dan mencerminkan sebuah kemuliaan.

Ayat ini mengajarkan cara berkomunikasi secara baik kepada orang tua, terutama saat keduanya sudah uzur dan berusia lanjut.

Baca juga: Berbaktilah kepada Ibu dan Ayah Meski Telah Tiada, Salah Satu Caranya Dengan Berqurban

5. Qawlan Maysuran

Qawlan maysuran hanya satu kali disebutkan dalam Alquran, yaitu Q.S Al-Isra ayat 28, artinya:

“Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.”

Menurut Hasbi Ash-Shiddiqi (2000), ayat ini menjelaskan bahwa jika kamu berpaling dari kerabatmu, orang miskin, dan ibnu sabil tanpa memberikan apa-apa namun kamu malu untuk menolaknya.

Pemilihan kosa kata untuk menolak permintaan lawan bicara harus dipilih sedemikian rupa sehingga tidak menyakiti perasaan saudara, sahabat atau teman kita.

Baca juga: Amanda Manopo Unggah Kata-kata Mutiara Ini di Medsos, hingga Diduga Mualaf, Ternyata Ini Alasannya

6. Qawlan Balighan

Terma ini dalam Alquran hanya disebutkan satu kali, yakni dalam surat An-Nisa ayat 63, artinya:

“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.”

Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah (2002), pakar sastra mengatakan bahwa ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sehingga dapat dikatakan balighan, yaitu:

a). Seluruh pesan harus tertampung dalam kalimat yang disampaikan.

b). Tidak bertele-tele sehingga mengaburkan pesan.

c). Kosakata yang digunakan harus sesuai dengan pengetahuan lawan bicara.

d). Kesesuaian kandungan dan gaya bahasa dengan sikap lawan bicara.

Dapat dipahami bahwa qawlan balighan berarti fasih dan jelas makanya. Qawla balighan dapat diterjemahkan sebagai prinsip komunikasi yang efektif.

Baca juga: Sarkawi Sebut Selebaran Berisi Hoaks, Terkait Tudingan Terima Fee Proyek

Baca juga: Ustaz Somad Ungkap Perasaannya saat Jadi Korban Bullying: Di-bully Sementara, Sakitnya Agak Lama

Stop Sebar Hoaks dan Bully!

Berdasarkan enam prinsip komunikasi dalam Alquran sebagaimana yang penulis jabarkan di atas, maka dalam melakukan aktivitas komunikasi di IG, pengguna harus mampu memilih kata-kata atau kalimat yang baik, santun dalam menyampaikan informasi atau berkomentar.

Sebaliknya pengguna IG harus menyetop menyebarkan berita yang mengandung kepalsuan (hoaks), fitnah dan bully.

Jika mau melakukan kritik via IG, maka seseorang harus menyampaikannya dengan lemah lembut dan sopan agar pesan yang disampaikan dapat diterima, terutama kepada lawan bicara yang memiliki kekuasaan besar seperti pemerintah.

Khusus ketika yang menjadi lawan bicara dalam IG adalah orang tua atau guru, maka pilihlah kata-kata yang paling mereka senangi.

Jika tidak mampu memilih kata-kata yang menyenangkan, maka sebaiknya pengguna IG memilih sikap diam atau tidak memberi komentar apa pun.

Sebab, jika salah dalam mengemukakan pendapat, maka dikhawatirkan akan terjadi kesalahpahaman dan dapat menyinggung perasaan lawan bicara yang merupakan orang-orang yang telah berjasa dalam hidup kita.

Sikap ini sejalan dengan hadists Nabi: Fal yaqul khairan aw liyashmut. Artinya: Berkatalah yang baik-baik atau diam saja. Semoga!

Redelong, 27 Juni 2021

*) PENULIS, Hilmadia Miranti (Alumnus Fakultas Tarbiyah UIN SU Medan, aktivis menulis pada kelas Karya Tulis Ilmiah Quran (KTIQ) Kabupaten Bener Meriah, email: hilmadiamiranti01@gmail.com)

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved