Breaking News:

Wakil Walikota Langsa Bersama Warga Batee Puteh Gotong Royong Bersihkan Irigasi

Wakil Wali Kota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid, MM bersama masyarakat setempat, Sabtu (26/6/2021) pagi melakukan aksi gotong bersama

Editor: bakri
Humas Pemko Langsa  
Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid bersama warga Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa bergotong royong membersihkan saluran irigasi di desa tersebut 

LANGSA - Wakil Wali Kota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid, MM bersama masyarakat setempat, Sabtu (26/6/2021) pagi melakukan aksi gotong bersama di Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama. Pada kegiatan gotong royong juga dihadiri Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ridwanullah S.STP, MSP ini, dilakukan pembersihan saluran irigasi sepanjang 500 meter di area persawahan Gampong Batee Puteh.

Wakil Wali Kota, Marzuki Hamid, menuturkan, dengan adanya gotong royong dan perbaikan pompa air akan membantu petani Gampong Batee Puteh untuk memperlancar menyuplai air ke area persawahan.

Karena sumber air memiliki peranan penting bagi usaha pertanian tersebut, sehingga benih padi yang ditanam akan tumbuh dan berbuah sebagaimana mestinya. “Kita lihat kondisi sawahnya kering, sementara tanaman padi itu membutuhkan air, sehingga dengan adanya pembersihan saluran suplai air akan lancar untuk meningkatkan produktivitas padi di areal sawah warga Batee Puteh ini,” katanya.

Selain itu, tambah Marzuki juga berharap pemerintah gampong dan kelompok tani melakukan pengawasan terhadap saluran irigasi serta pemeliharaan mesin pompa yang sudah ada di sana. “Saya meminta kepada keuchik dan masyarakat untuk terus menghidupkan budaya gotong royong ini, dan fasilitas yang sudah dibangun pemerintah hwndaknya dijaga supaya bisa bermanfaat lama,” harapnya.

Sementara Keujreun Blang, Batee Puteh, Rusli (55), mengucapkan ucapan terima kasih kepada Wakil Wali Kota Langsa yang telah mau turun langsung beraama warga melakukan aksi gotong royong pembersihan saluran irigasi di daerahnya itu. “Kami sangat berterima kasih kepada bapak Marzuki Hamid turun bersama masyarakat bergotong royong membersihkan irigasi untuk kebutuhan petani, karena saat ini tanaman padi dalam kondisi kering,” ujarnya.

Setelah mesin pompa normal kembali, menurut Rusli, maka area persawahan ditanami padi tidak ada kendala lagi tentang kebutuhan air, sehingga ini akan menuntungkan masyarajat petani. “Apabila suplai air cukup di lahan persawahan, bahkan petani bisa menanam padi setahun dua kali. Tapi jika tidak sumber air hanya tadah hujan setahun cuma sekali, itupun banyak yang gagal panen,” jelasnya.

Dikatakan Rusli, setelah dibangun saluran irigasi yang dilengkapi dengan mesin pompa, selama ini masyarakat daerah itu setahunnya sudah bisa bercocok tanam 2 kali. “Dengan adanya perhatian pemerintah seperti ini petani dapat memanfaatkan lahan sawah mereka dengan maksimal dan lahan mereka tidak sampai terbengkalai,” tutup Rusli. (*/zb)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved