Breaking News:

Opini

Dari Lahan Ganja ke Kebun Jagung

Di tanah yang luasnya 40 hektare (ha) terlihat bibit jagung berjajar rapi. Ini adalah tahapan kedua setelah bulan Maret 2021

Editor: hasyim
Dari Lahan Ganja ke Kebun Jagung
FOR SERAMBINEWS.COM
SITI RAHMAH, S.H., M.Kn, Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Jantho

Oleh SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar,

Di tanah yang luasnya 40 hektare (ha) terlihat bibit jagung berjajar rapi. Ini adalah tahapan kedua setelah bulan Maret 2021 panen tahap pertama. Lahan ini merupakan bagian dari program Reforma Agraria, program Nawacita dari Presiden Jokowi. Dasar dari kegiatan ini adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria. Di mana Reforma Agraria fokus dengan dua program, yaitu penataan aset dan akses.

Penataan aset dengan program penyertifikatan dan penataan akses bertumpu pada pemberdayaan masyarakat. Untuk program penataan akses sendiri, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Besar sudah melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dengan menanam jagung.

BPN Aceh Besar telah mengubah lahan ganja menjadi lahan jagung. Lahan seluas 40 ha tersebut adalah lahan masyarakat Desa Lambada, Aceh Besar. Lahan ini awalnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk ditanami ganja. “Konon, hasil penuturan ketua kelompok tani lahan tersebut pernah menjadi lokasi pendaratan helikopter Kapolda Aceh untuk membasmi lahan-lahan ganja di Desa Lambada,” ujar Akbar Maulana, staf penataan pertanahan.

Proses land clearing atau pembersihan lahan serta pemagaran lokasi ini memakan waktu 14 hari, dilakukan dengan cara mekanisasi dengan bantuan dua alat berat traktor yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar. Pemotongan rumput dilakukan dengan mesin potong rumput yang dilakukan oleh tim Kantor BPN Aceh Besar. “Untuk pagarnya bantuan dari Baitul Mal Aceh Besar,” ungkap Kepala Kantor BPN Aceh Besar, Agusman Aptnh saat berbincang dengan saya, Kamis (24/6/2021) di Jantho.

Di lokasi ini ditanam jagung jenis bisi 2. Jagung ini adalah jenis jagung pakan. Setelah dipanen proses selanjutnya dikeringkan sampai kadar air di dalam jagung berkurang. “Semakin kering, hasil jualnya tinggi, bisa mencapai 3.700 rupiah/kilo,” ujar Akbar Maulana.

Semua dari hasil jagung dipergunakan oleh petani. Hasil jagung dijual, pohonnya dijadikan bahan pakan langsung untuk sapi. Sapi mengeluarkan kotoran yang bisa dimanfaatkan petani untuk pupuk. “Jadi, semuanya berguna,” jelas Kepala BPN Aceh Besar, Agusman.

Pada tahun 2017 dinas pertanian melakukan pencetakan sawah baru di kawasan tersebut lebih kurang 17 ha. Namun, lahan tersebut hanya dimanfaatkan untuk tanaman padi dan hanya sekali panen. Hal itu disebabkan daerah tersebut sulit air. Dalam kurun waktu tiga tahun (2017-2020) lahan tersebut menjadi lahan tidur sehingga ditumbuhi semak belukar.

Tahun 2020 Kepala Kantor BPN Aceh Besar yang diwadahi oleh Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) melakukan pemberdayaan di kawasan tersebut. Lahan tersebut berubah menjadi lahan Jagung pakan seluas 40 hektar. Perkebunan tersebut diberi nama GTRA, karena program ini berkolaborasi dengan lintas sektor. GTRA adalah lembaga yang dibentuk oleh Presiden. Strategi Reforma Agraria, dimulai dari penyelesaian konflik agraria, pembangunan daerah melalui tata ruang, pengembangan potensi pariwisata, pertanian, perkebunan, serta komoditas ekspor hingga redistribusi tanah objek reforma agraria (TORA) harus berjalan dengan baik melalui GTRA.           

Surya Tjandra, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyebutkan bahwa Reforma Agraria itu adalah sebuah konstitusi nasional karena begitu banyak keterlibatan dari berbagai pihak di dalamnya. Pergerakannya harus dilakukan secara nasional dan GTRA adalah wadahnya. Reforma Agraria bertujuan untuk mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki dan menjaga kualitas lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan pangan, menyelesaikan konflik agraria, memperbaiki akses masyarakat kepada sumber ekonomi, serta mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved