Breaking News:

Salam

Selamatkan Anak-Anak Aceh dari Infeksi Covid

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (27/6/2021) kemarin mewartakan bahwa jumlah anak Indonesia yang meninggal akibat Covid-19

Editor: hasyim
TRIBUN BATAM/Argianto Dihan Aji Nugroho
Foto - Ilustrasi 

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (27/6/2021) kemarin mewartakan bahwa jumlah anak Indonesia yang meninggal akibat Covid-19 kian hari makin bertambah. Bahkan menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman B Pulungan, setiap satu minggu setidaknya dua orang anak yang meninggal karena Covid-19. Angka tersebut merujuk pada data yang dihimpun jejaring dokter anak se-Indonesia sejak 14 pekan lalu.

“Setiap minggu ada dua anak yang meninggal,” kata Aman dalam webinar Kajian Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di Provinsi DKI Jakarta yang disiarkan secara live di kanal Youtube Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Sabtu (26/6/2021).

Aman menerangkan, hingga saat ini jumlah anak yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 12,3 persen dari kasus kumulatif nasional. Sebanyak 2,5 persen di antaranya merupakan anak usia 0-5 tahun, sedangkan 9,5 persen lainnya merupakan anak usia 6-18 tahun.

Aman memprediksi, saat ini jumlah anak yang terinfeksi Covid-19 sudah sekitar 200 ribuan. Namun, jumlah yang terdaftar di IDAI hanya sekitar 100 ribuan anak. "Berarti banyak sekali anak-anak ini belum terdeteksi dan bisa tiba-tiba datang ke IGD, parah, dan meninggal," kata Aman.

IDAI, kata Aman, telah memantau kasus-kasus Covid-19 pada anak sejak wabah yang menjadi pandemi global itu melanda pada 2020 silam. Mereka pun secara mandiri mengumpulkan data dari seluruh jejaring dokter anak se- Indonesia.

Data tersebut, sambungnya, terus dimutakhirkan setiap Senin ketika para anggota IDAI berkumpul setidaknya selama dua jam.

Ke dalam kumulatif data tersebut tentu saja sudah termasuk Aceh. Sepanjang pandemi tak kurang 250 anakanak Aceh terdata positif Covid. Sebanyak 12 orang di antaranya meninggal karena Covid.

Terinfeksinya anak-anak dan meninggalnya segelintir di antara mereka semakin membuktikan bahwa seluruh lapis usia berpeluang terinfeksi Covid-19, tak terkecuali anakanak. Di Aceh Besar bahkan pernah ada bayi umur satu hari yang tertular Covid dari ibunya yang positif Covid-19. Sebagai ikutan dari penularan Covid ini adalah anakanak yang notabene tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid) ternyata bisa melayang juga nyawanya lantaran Covid.

Semoga kasus-kasus seperti ini semakin menyadarkan para orang tua untuk lebih serius menjaga anak-anaknya agar benar-benar terhindar dari marabahaya Covid-19. Sejalan dengan itu perhatian Tim Satgas Covid-19 hendaknya harus juga tertuju ke anak-anak Aceh agar mereka yang tergolong kelompok rentan ini, seperti halnya manula, tetap mendapat prioritas, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan Covid.

Mereka adalah masa depan kita, jangan sampai harihari terbaiknya direnggut virus corona.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved