Breaking News:

Haba Bank Aceh

Tingkatkan Layanan, Bank Aceh Luncurkan ATM Setor Tarik

Bank Aceh Syariah terus meningkatkan inovasi produk dan diversifikasi layanan kepada nasabah. Setelah meluncurkan Aceh Transaction Online (Action)

Editor: hasyim
IST
Haizir Sulaiman Dirut Bank Aceh Syariah 

* QRIS Segera Menyusul

BANDA ACEH - Bank Aceh Syariah terus meningkatkan inovasi produk dan diversifikasi layanan kepada nasabah. Setelah meluncurkan Aceh Transaction Online (Action) Mobile Banking dan Kartu Debit, Bank Aceh kembali meluncurkan Cash Recycling Machine (CRM) atau Anjungan Tunai Mandiri Setor Tarik.

Peluncuran dijadwalkan pada Senin (28/6/2021) hari ini melalui operasional serempak di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kehadiran CRM diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi secara tunai (cash).

Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, Minggu (27/6/2021) mengatakan, peluncuran ATM Setor Tarik merupakan lanjutan dari transformasi bisnis Bank Aceh menuju layanan digital. “Bank Aceh terus mengembangkan infrastruktur yang handal guna mengakselerasi akses layanan dalam rangka menjawab kebutuhan nasabah. Alhamdulillah besok (hari ini) ATM Setor Tarik secara resmi kita luncurkan,” ujarnya.

Haizir menjelaskan, kehadiran ATM Setor Tarik akan memberikan layanan yang lebih mudah bagi nasabah dalam melakukan transaksi secara tunai, baik tarik maupun setor. Selain itu, ATM Setor Tarik juga menyediakan beragam fitur seperti transfer, pembelian, dan pembayaran.

Penggunaannya dapat dilakukan kapan saja selama 24 jam, termasuk di hari libur sekalipun. “Kehadiran ATM Setor Tarik tentunya akan memberikan alternatif solusi bagi nasabah dan masyarakat yang ingin melakukan transaksi cash secara real time,” kata Haizir.

Untuk tahap awal, tambahnya, ATM Setor Tarik telah tersedia pada tiga lokasi di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Untuk Banda Aceh, layanan ATM Setor Tarik sudah dapat digunakan di Galeri ATM Kantor Pusat Operasional dan Galeri ATM Cabang Banda Aceh. Sementara untuk wilayah Aceh Besar telah tersedia di Galeri ATM Cabang Pembantu Lambaro.

Penambahan mesin ini dia katakan akan dilakukan secara bertahap dan terukur. “Kami terus melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang strategis untuk layanan ATM Setor Tarik agar penggunaaannya benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh nasabah,” imbuhnya.

Di samping itu, infrastruktur ini juga diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga melalui strategi retail funding. Haizir melanjutkan, nantinya kehadiran ATM Setor Tarik diharapkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Aceh.

“Diversifikasi produk ini sejalan dengan keinginan pemegang saham. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan mendorong perbankan Tanah Air untuk terus mendigitalisasi layanan sehingga nasabah semakin mudah bertransaksi tanpa harus ke kantor cabang. Apalagi di tengah pendemi seperti saat ini,” jelas dia.

Haizir mengatakan, kehadiran tiga ATM Setor Tarik Bank Aceh nantinya akan melengkapi layanan unit ATM Bank Aceh yang saat ini mencapai 308 unit yang tersebar di seluruh Aceh dan Kota Medan. “Dengan jaringan kantor yang luas, kehadiran infrastruktur ini kami harapkan juga dapat meningkatkan inklusi keuangan masyarakat di tengah pandemi,” tuturnya.

                                                                                                            Peluncuran QRIS

Dalam kesempatan yang sama, Haizir juga mengungkapkan, dalam rangka menjadikan bank kebanggaan masyarakat Aceh ini go digital, dalam waktu dekat Bank Aceh akan segera meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi Mobil Banking Bank Aceh (Action).

Dijelaskan, QRIS merupakan upaya standarisasi sistem pembayaran dari Bank Indonesia untuk semua perusahaan yang memanfaatkan teknologi finansial (fintech) berbasis QR code. “Inovasi teknologi digital di sektor finansial berkembang begitu pesat. Sistem pembayaran yang terintegrasi dalam satu ekosistem akan menjadikan transkasi lebih efisien dan mudah. Penerapan QRIS nantinya akan mengakomodir kebutuhan nasabah Bank Aceh yang ingin cashless dalam aktivitas transaksinya,” jelas Haizir.

Dirut Bank Aceh Syariah ini menambahkan, saat ini Bank Aceh dalam progres tahap akhir untuk menjadi penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) QRIS. “Insya Allah atas dukungan masyarakat, pemerintah Aceh dan regulator, dalam waktu dekat QRIS juga akan segera kita luncurkan,” tutupnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved