Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Delapan Artis Aceh Lahirkan Album Lagu yang Promosikan Lokasi Wisata di Lhokseumawe

Album lagu yang berjudul "Video Musik Promosi Pariwisata" berisikan delapan lagu yang semuanya merupakan karangan dari Joel Pase.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Delapan Artis Aceh Lahirkan Album Lagu yang Promosikan Lokasi Wisata di Lhokseumawe 

Album lagu yang berjudul "Video Musik Promosi Pariwisata" berisikan delapan lagu yang semuanya merupakan karangan dari Joel Pase.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sebanyak delapan artis Aceh berkaloborasi untuk melahirkan sebuah album lagu yang tujuan utamanya untuk mempromosikan sejumlah lokasi wisata di Kota Lhokseumawe.

Album lagu yang berjudul "Video Musik Promosi Pariwisata" berisikan delapan lagu yang semuanya merupakan karangan dari Joel Pase.

Joel Pase, kepada Serambinews.com, Selasa (29/6/2021), menjelaskan, kalau pembuatan lagu ini didukung penuh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh.

Sedangkan proses pembuatan album ini sudah dimulai sejak Februari 2021. 

Baca juga: HUT Ke-75 Bhayangkara, Polres Aceh Selatan Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Baca juga: Perangkat Desa Dibakar Hidup-hidup, Pelaku Kini Buron

Baca juga: Data Sementara, Jumlah Hewan Kurban Terdata di Pidie 42 Ekor Sapi, Takbir Keliling Ditiadakan

"Pada album ini ada delapan lagu. Setiap lagu, klipnya diambil di lokasi- lokasi wisata yang ada di Kota Lhokseumawe. Artinya, ada delapan lokasi wisata yang terpromosi pada album kami ini," katanya.

Dirincikannya per lagu :

1, Judul lagu "Hukom Adat" yang dinyanyikan Joel Pase. Liriknya menveritakan empat pilar Pemerintahan Aceh. Pembuatan klipnya di objek wisata islami, Masjid Agung Islamic Center.

2. Judul lagu "Meusare-sare" yang dinanyikan Tgk Ranup. Liriknya tentang memugar sawah. Pembuatan klipnya di Wisata Sawah Blang Mangat Lhokseumawe.

3. Judul lagu "Peusona Sang Pencipta", dinyanyikan oleh Melisa. Liriknya tentang keindahakan karya tuhan. Klipnya di lokasi wisata Goa Jepang Muara Satu Lhokseumawe.

4. Judul lagu "Jatoe Droe" yang dinyanyikan Redho dan Refi. Liriknya tentang jati diri masyarakat Aceh. Klipnya di Pantai Rancong dan Pioner Camp Muara Satu, Lhokseumawe.

5. Judul lagu "Nazam Rindu", yang dinyanyikan Nazila Phonna. Liriknya tentang kerinduan seorang anak untuk ibunya. Klipnya di Meseum Romah Aceh Lhokseumawe.

6. Judul lagu, "Bungong Ceudah" yang dinyanyikan oleh Fadhil MJS. Liriknya tentang figur wanita Aceh. Klipnya di lokasi wisata Waduk Jeulikat Blang Mangat  Lhokseumawe.

7. Judul lagu "Mangat Ceria", yang dinyanyikan Teuku Mail. Liriknya tentang keindahan dan keceriaan masyarakat. 
Klipnya di lokasi wisata Waterboom Mangat Ceria di Blang Mangat, Lhokseumawe.

8. Judul lagu "Tarek Pukat" yang dinyanyikan Joel Pase dan Fadhil MJS. Liriknya tentang keindahakan wisata bahari dan budaya tarek pukat. Klipnya di Pantai Ujong Blang Lhokseumawe.

Menurut Jorl Paze, aliran lagu di album ini multi genre. Ada blues, melayu, rock, Hip hop, dan alternatif. "Alat musiknya gabungan modern dan tradisonal. Untuk musisinya berasal dari Lhokseumawe dan Banda Aceh dibawah koordinasi Rahmad Leo dan Opay," katanya.

Untuk album ini secara resmi telah dirilis melalui media sosial pada 26 Juni 2021. Ada di plafom musik youtube, spotify, itunes, deezer, dan joox.

Di samping juga pihaknya sednlang mencetak dalam bentuk CD. "Ada seribu CD kita cetak. Tapi tidak dijual. Akan dibagikan secara gratis nantinya pada wisatawan dan elemen masyarakat lainnya," demikian Joel Pase.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved