Breaking News:

Opini

Menuju Aceh Bersih Narkoba

Pandemi Covid -19 yang melanda dunia termasuk Indonesia telah menyita perhatian semua pihak. Seharusnya kasus penyalahgunaan narkoba

Editor: bakri
Menuju Aceh Bersih Narkoba
IST
Humaira, ASN pada Rumah Sakit Jiwa Aceh, Alumni Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unsyiah

Tanda ini dapat berupa tanda fisik, perilaku, dan psikologis. Tanda fisik yang dapat dikenali dari pengguna narkoba adalah mata merah, mengalami perubahan pola makan atau pola tidur yang  menyebabkan penurunan berat badan secara drastis, penampilan fisik yang mengalami perubahan atau ketidakpedulian terhadap penampilan, mengalami gangguan koordinasi, tercium bau aneh dari mulut, tubuh, ataupun pakaian yang digunakan. Dari sisi perilaku dan psikologis, pengguna narkoba cenderung akan mengalami perubahan kepribadian atau sikap yang tidak mudah untuk dijelaskan. Misalnya, perubahan suasana hati secara tiba-tiba dapat berupa mudah tersinggung, marah atau sebaliknya menjadi tidak ekspresif dan responsif dalam menanggapi sesuatu.

Orang tua wajib memperhatikan kawan dekat, lingkungan bermain dari anak-anaknya, juga membekali anak dengan pengetahuan mengenai bahaya, efek dan konsekuensi dari penggunaan narkoba yang dapat mencegah anak terjerumus ke dalamnya.  Apabila seorang anak sudah terlanjur atau terbukti menggunakan narkoba, diusahakan untuk menghadapinya dengan bijak dan tidak mengedepankan amarah.

Dengan mendengarkan dan memberikan ruang kepada anak untuk berbicara dapat menjadikan anak lebih jujur dalam mengungkapkan apa yang sedang terjadi sehingga memudahkan dalam penanganannya.

Pemerintah Aceh perlu memikirkan penambahan tempat atau pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba baik di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta. Program rehabilitasi ini penting untuk memutus rantai penjualan narkoba dan kecanduan bagi pengguna. Pemerintah juga perlu mengupayakan berjalannya rencana pengalihan ladang ganja yang banyak terdapat di Aceh dengan tanaman yang bermanfaat dan mempunyai nilai jual yang tinggi.

Pemerintah Aceh pernah melakukan tes narkoba untuk pejabat dan ASN (aparatur sipil negara) lewat program GANAS.  Program seperti ini bisa dilakukan lebih luas dan reguler terutama di sekolah-sekolah maupun kampus.  Deteksi dini dan pencegahan tentunya lebih baik daripada pengobatan dan rehabilitasi.

 Di jalan- jalan atau tempat-tempat strategis lainnya perlu dipasang lebih banyak baliho tentang ajakan memerangi narkoba, efek samping , dan akibat buruk dari penggunaanya. Ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kewaspadaan bersama.  Sebagai masyarakat, perlu ditingkatkan kepedulian terhadap sekitarnya.  Kepedulian bisa meningkat kalau pengetahuan masyarakatnjuga meningkat.

Maka diperlukan banyak sosialisasi serta ceramah tentang bahaya narkoba baik diacara formal maupun kegiatan keagamaan. Kemudian yang paling diharapkan adalah adanya kontrol sosial bahwa penggunaan narkoba merupakan hal yang menyimpang dan memalukan. Bahwa kejadian apapun yang terjadi di sekitar menjadi tanggung jawab bersama.

Kita tentunya tidak menginginkan pemimpin masa depan Aceh terlahir dari generasi muda yang teler. Bagaimana bisa memimpin kalau berpikir jernih saja tidak mampu, konon lagi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat. Bukankah 14 abad yang lalu Rasulullah SAW melarang penggunaan zat yang memabukkan , seperti tercantum dalam hadist riwayat Abu Daud yang artinya:  Rasulullah SAW melarang segala sesuatu yang memabukkan dan melemahkan (menjadikan lemah)”.  Di balik larangan Rasulullah pasti ada hikmah luar biasa untuk kemashlahatan umat.

Dengan peran dan perhatian dari semua pihak baik pemerintah,  ulama, tokoh masyarakat,  guru dan orang tua insya Allah kita bisa mengantisipasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan berinvestasi besar menuju Aceh hebat dan bermartabat. Dengan syariat Islam seyogyanya Aceh menjadi contoh bagi provinsi lain.  Bukankah Aceh menyebut dirinya sebagai “bansa teulebeh ateuh rhung donya?”   Mari berkomitmen mewujudkannya.

Selamat Memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2021 “Perang Melawan Narkoba (War On Drugs) di Era Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar). humairaadjalil79@gmail.com>

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved