Breaking News:

Opini

Humanisme Kuba

Eksotisme Kuba, mulai keindahan panaroma alam dan cerutu yang melegenda menjadi magnet bagi traveler internasional, sosok Fidel Castro

Editor: bakri
Humanisme Kuba
FOR SERAMBINEWS.COM
Erwin Siddiq, Pemuda Aceh Besar berprofesi sebagai Diplomat Indonesia, bertugas pada KBRI Havana-Kuba

Oleh Erwin Siddiq, Pemuda Aceh Besar berprofesi sebagai Diplomat Indonesia, bertugas pada KBRI Havana-Kuba

Eksotisme Kuba, mulai keindahan panaroma alam dan cerutu yang melegenda menjadi magnet bagi traveler internasional, sosok Fidel Castro dan Che Guevara yang familiar bagi kalangan kaum muda / aktivis kemahasiswaan, begitu pula hit lantin “Havana” dari  Camila Cabello dan perkembangan musik jazz yang mengagumkan.

Di balik eksotisme tersebut, terdapat semangat perjuangan dan daya tahan sosial Kuba sebagai negara sosialis di Perairan Karibia, sekaligus wujud dari semangat revolusi Kuba pasca kejatuhan rezim Batista 1959 dan mengatasi tantangan embargo Amerika Serikat sejak 1960 yang menguatkan jati diri Kuba.

Sejak 1965, Kuba menganut sistem satu Partai Komunis, yaitu Partido Comunista de Cuba (PCC) dan kehidupan sosial serta ekonomi dikendalikan penuh oleh Pemerintah pusat. Sebagai ekses runtuhnya Uni Soviet, sejak 1990 telah berdampak langsung pada ekonomi Kuba yang era perang dingin mendapat fasilitas ekonomi dari blok timur  komunis.

Terlepas dari pro-kontra pandangan dunia terhadap Kuba, pasang surut hubungan bilateral antara Amerika Serikat (AS)-Kuba sangat berdampak pada aktivitas pertumbuhan ekonomi di Kuba. Namun demikian bagi Pemerintah Kuba, embargo AS sebagai penyebab kesulitan sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat Kuba, dijadikan propaganda kampaye guna membangkitkan optimisme dan semangat rakyat Kuba (jiwa patriotisme).

Menghadapi kondisi keterbatasan, telah membentuk watak dan ketahanan sosial dalam kehidupan sehari-hari, terwujudnya kebersamaan warga dan kuatnya disiplin serta budaya antri di masyarakat. Kondisi juga didukung dengan adanya jaminan Pemerintah dalam distribusi logistik (pangan) yang adil / merata dan perumahan rakyat beserta kebijakan subsidi bagi seluruh rakyat Kuba (populasi Kuba ± 11,3 juta jiwa). Setiap keluarga Kuba, mendapat akses pendidikan mulai anak usia sekolah, bahkan level universitas sampai jenjang Master (S2) dan Doktoral (S3) secara gratis. Kondisi tersebut yang menyebabkan di bidang literasi, penduduk Kuba (usia 15 tahun ketas) tercatat 99% sangat melek huruf (versi UNESCO 2010).

Sistem manajemen kesehatan Kuba juga tergolong baik, sangat jelas keberpihakan ke rakyat, dimana setiap orang mendapat layanan kesehatan secara gratis dan sama, mulai keberadaan dokter keluarga, layanan kesehatan level RT/RW yang mengontrol rutin door to door, sampai pada rawat rujukan, termasuk layanan kematian terfasilitasi dengan sangat baik.

Dalam 10 tahun terakhir, Kuba tidak terdapat kasus stunting atau kurang gizi bagi anak. Keberadaan perempuan Kuba juga cenderung seimbang dalam ranah public (gender equality and women’s empowerment). Namun demikian, tentunya sangat kontras bagi warga negara asing yang menetap atau bekerja di Kuba (kecuali berstatus permanent resident), dimana pelayanan kesehatan tersebut berbiaya sangat tinggi.

Terlepas kontroversi kebebasan pers dikendalikan Pemerintah, pemberitaan media relatif sangat bertanggung jawab terhadap kedualatan negara. Kondisi tersebut yang menciptakan sosial sangat aman dan nyaman, praktis zero tindak kriminal di Kuba.  Namun demikian seiring membaiknya akses internet di Kuba, dinamika sosial juga bias terpantau di media sosial, dan selama ini cenderung pemberitaan mendasar dengan optimismo generasi muda di kalangan masyarakat Kuba. Jikapun ada kritik/ motif politik kepada pemerintah biasanya cenderung disuarakan oleh kelompok Kuba yang berada di luar negeri.

Untuk menompang ekonominya, pengembangan pariwisata menjadi andalan devisa, terlihat sejumlah sarana dan fasilitas pariwisata terus dibangun di sejumlah pantai. Sebelum Covid-19, pada 2016-2018, Kuba kedatangan turis ± 4,5 juta turis dan menjadi jajaran destinasi kapal persiar di perairan Karibia, terdapat ± 25 kapal menyinggahi Kuba. Bahkan situs web TripAdvisor menempatkan travellers choice kepada Kuba sebagai salah satu dari 25 tempat tujuan wisata paling popular di dunia (posisi ke-19 di antara 25 tempat wisata favorit).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved