Breaking News:

Semifinal Euro 2020, Seabad Rivalitas Azzurri dan La Roja

ITALIA akan menghadapi Spanyol pada babak semifinal Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021) dini hari pukul 02.00 WIB

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Semifinal Euro 2020, Seabad Rivalitas Azzurri dan La Roja 

ITALIA akan menghadapi Spanyol pada babak semifinal Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021) dini hari pukul 02.00 WIB. Pertemuan dua tim yang memiliki sejarah panjang di dunia sepak bola ini menandai satu abad rivalitas di antara mereka. Dikutip dari Transfermarkt, dua tim ini pertama kali bertanding di Olimpisch Stadion pada 2 September 1920. Terakhir kali mereka bertanding di kualifikasi Piala Eropa pada 2 September 2017.

Laga di Wembley kali ini menjadi pertandingan pertama bagi kedua tim setelah rivalitas mereka berumur satu abad. Dalam rentang lebih dari 100 tahun itu, kedua kesebelasan sudah bertemu dalam 37 pertandingan. Spanyol menang 13 kali, sedangkan Italia menang 11 kali, dan sisanya 13 kali imbang. Meski jumlah kemenangan Spanyol lebih banyak, namun jumlah gol yang dicetak oleh kedua tim sama yaitu 51 gol.

Italia dan Spanyol bertemu di semifinal Euro 2020 setelah keduanya melalui pertandingan perempat final yang cukup menguras tenaga. Azzurri--julukan Timnas Italia--tampil dalam performa yang gemilang. Mereka sudah meraih 15 kemenangan berturut-turut dan 32 pertandingan tak terkalahkan dengan menghentikan perlawanan tim peringkat teratas dunia, Belgia, dengan skor 2-1 di Muenchen, Jerman.

Sedangkan Spanyol, dalam beberapa pertandingan tampaknya mereka sudah menemukan kembali ritme permainan yang agresif dalam mencetak gol. Tapi, dalam pertandingan perempat final Euro kali ini mereka kembali kesulitan untuk mencetak gol dan menyingkirkan Swiss melalui drama adu penalti.

Dalam pertandingan ini, Italia tidak akan diperkuat oleh salah satu bek tangguhnya, Leonardo Spinazzola setelah ia ditandu keluar lapangan saat melawan Belgia. Spanyol mengganti Pablo Sarabia di babak pertama melawan Swiss, masih belum jelas apakah itu tindakan pencegahan atau karena cedera.

Spanyol kembali ke permainan terbaiknya melawan Swiss, melewati mereka melalui adu penalti setelah kehilangan sejumlah peluang. Mereka berhasil menaklukkan tim Swiss dengan kiper tangguh yang menginspirasi, Yann Sommer. "Kami sangat bangga. Konyol kalau berpikir bahwa kami atau salah satu tim semifinalis akan berpikir cukup sampai di sini saja. Tapi, kami semua ingin mencapai final dan juara," kata Pelatih Spanyol, Luis Enrique.

Unai Simon, penjaga gawang La Roja--julukan Timnas Spanyol--pun merasa percaya diri timnya kali ini bisa menjadi juara. "Kami harus masuk ke semifinal dengan segar, percaya diri dan dengan kepala tegak. Kami harus memenangkan Euro sekarang," katanya.

Sedangkan Italia menghadapi ancaman serius dari tim peringkat satu dunia, Belgia. Tapi, mereka masih tampak sebagai tim yang bisa memberikan ancaman serius bagi siapapun lawan yang akan dihadapi.

Hanya ada satu pemenang dalam pertandingan semifinal nanti. Italia memiliki konsistensi bermain yang sudah cukup teruji. Mereka telah menjalani 32 pertandingan tidak terkalahkan hingga saat ini. Rekor yang berpeluang ditambah lagi dalam pertandingan menghadapi Spanyol.

Roberto Mancini, Pelatih Italia juga masih percaya diri dengan performa timnya untuk tetap bisa bermain gemilang. "Saya rasa kami tidak terlalu menderita di setiap momen pertandingan. Untuk mengalahkan tim seperti Belgia, Anda membutuhkan penampilan hebat dari semua orang dan itulah yang terjadi hari ini," katanya.

Sedangkan Lorenzo Insigne, bomber Italia menyatakan modal tim Azzurri adalah permainan yang kompak. "Saya pikir setiap pemain di tim memainkan permainan yang luar biasa malam ini. Saya selalu mencoba tembakan itu, dalam permainan dan dalam latihan. Saya senang itu masuk. Itu adalah gol yang bagus tapi saya ulangi, kita semua menang bersama malam ini," ungkap sang striker.

Dalam kiprahnya di Piala Eropa--termasuk Euro 2020--Italia sudah menembus semifinal enam kali. Hasilnya, mereka menjadi juara pada tahun 1968, peringkat empat pada tahun 1980, semifinalis (1988), runner-up (2000 dan 2012), serta semifinalis pada 2020. Sedangkan Spanyol 5 kali masuk  semifinal dengan hasil menjadi juara pada tahun 1964, runner-up (1984), juara (2008), juara (2012), dan semifinalis pada 2020.

Kekuatan kedua tim di Piala Eropa cukup berimbang. Khusus di Euro, ini adalah duel yang ketujuh kali. Dalam enam pertemuan sebelumnya, Italia menang 2 kali pada tahun 2016 (2-0) dan 1988 (1-0), sedangkan Spanyol menang 2 kali pada 2012 (4-0) dan 2008 (4-2). Sedangkan dua laga lain yang berakhir imbang terjadi pada 2012 (1-1) dan 1980 (0-0). (tribunnews/mba)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved