Breaking News:

Salam

Relalah Divaksin sebagai Ikhtiar Memperkecil Risiko

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad kemarin mewartakan bahwa Pemerintah Aceh saat ini sedang gencar memacu vaksinasi

Editor: hasyim
Foto: Saudi Press Agency
Seorang anak mengangkat tangannya seusai disuntik vaksin Covid-19 di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (3/7/2021) 

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad kemarin mewartakan bahwa Pemerintah Aceh saat ini sedang gencar memacu vaksinasi untuk masyarakat umum. Tujuannya adalah agar semakin banyak warga yang disuntik vaksin Covid-19 sehingga herd immunity (kekebalan kelompok) di Aceh dapat segera terwujud dan penyebaran virus corona dapat dibendung.

Percepatan vaksinasi untuk masyarakat juga menjadi bagian dari upaya menyukseskan program pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto MM kepada Serambi via telepon selulernya, Sabtu (3/7/2021) malam.

"Kita terus memacu pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 untuk masyarakat. Apalagi antusiasme warga untuk disuntik vaksin semakin lama semakin bertambah," ujar Iswanto yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh.

Untuk mencapai target jumlah warga yang divaksin, menurut Iswanto, para vaksinator dari sejumlah rumah sakit terus bekerja ekstra dalam menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada masyarakat Aceh. Sementara itu, diberitakan sebelumnya bahwa jumlah masyarakat Aceh yang sudah divaksin mencapai 11% dari 5,3 juta penduduk

Kita respons positif apa yang disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh itu. Terutama karena adanya klaim bahwa belakangan ini masyarakat Aceh semakin antusias untuk divaksin. Tentu saja seorang pejabat Humas harus punya bukti dan parameter konkret ketika menyatakan hal itu. Kita pun tak perlu menggugat klaim seperti itu karena memang ketika dilaksanakan vaksinasi massal di kompleks Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh bulan lalu, ribuan warga tampak antusias untuk divaksin.

Hal yang hampir sama juga terjadi ketika vaksinasi gratis dilaksanakan di Banda Aceh Convention Hall maupun di desa-desa dalam wilayah Banda Aceh dan sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh.

Untuk sukses dan tercapainya target dalam program ini maka komunikasi yang digunakan penguasa atau Satgas Penanganan Covid-19 haruslah komunikasi yang persuasif dan meyakinkan. Pertama, harus disampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 itu tidak membahayakan alias aman.

Kedua, pilah dengan selektif pribadi mana di Aceh yang layak divaksin. Harus dikecualikan mereka yang baru terinfeksi Covid-19 atau mereka yang berdasarkan hasil screening tidak layak divaksin. Ketiga, semua sumber daya pemerintahan harus satu suara bahwa semakin banyak orang yang sudah divaksin maka risiko penularan Covid-19 juga kian kecil, termasuk saat menghadapi varian baru virus corona (Alpha hingga Gamma).

Sebaliknya, kalau hanya sebagian orang saja yang tervaksin, maka risiko penularan termasuk munculnya varian baru akan tetap terus ada. Keempat, kampanye medis juga harus digencarkan untuk menyatakan bahwa lebih besar manfaat daripada mudarat jika kita divaksin.

Kelima, vaksinasi itu tak boleh tanggung. Setiap orang harus menerima dosis lengkap vaksin. Artinya, kalau sudah divaksin sekali, harus ada vaksinasi berikutnya sampai dosisnya dianggap lengkap. Keenam, harus dikomunikasikan juga vaksin merek apa yang akan disuntikkan ke tubuh warga Aceh. Kita tahu saat ini Indonesia menggunakan tiga vaksin yakni Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. Pada semester dua tahun 2021 ini, direncanakan akan tiba vaksin dari Amerika Serikat yakni Pfizer dan Moderna.

Jadi, tujuan utama vaksinasi itu adalah untuk membentuk kekebalan tubuh. Sehingga, satu merek vaksin saja cukup. Jangan sampai ada penduduk Aceh yang bersikeras meminta vaksin berbeda mereknya antara vaksinasi tahap 1 dengan vaksinasi tahap 2.

Akhirnya, sama kita berharap bahwa vaksinasi ini hanyalah bagian dari ikhtiar ini untuk memperkecil tertular Covid. Atau kalaupun tertular juga setelah divaksin, kondisi pasien tidak akan separah pasien Covid yang belum pernah divaksin. Jadi, relakanlah diri untuk divaksin demi kemaslahatan bersama di tengah pandemi yang belum jua berakhir.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved