Breaking News:

Salam

Masyarakat tak Patuh, Pemerintah Kewalahan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan 99,5 persen orang yang meninggal karena Covid-19 selama 6 bulan terakhir

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Personel Satuan Binmas Polres Aceh Utara mengecek Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Gampong Baro, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan 99,5 persen orang yang meninggal karena Covid-19 selama 6 bulan terakhir, adalah orang-orang yang belum divaksin. Vaksinasi Covid-19 adalah langkah pemerintah untuk membentuk herd immunity atau kekebalan komunitas di lingkungan masyarakat.

Direktur CDC Dr Rochelle Walensky pada jumpa pers di Gedung Putih akhir pekan lalu mengatakan, “Padahal, dengan vaksin yang tersedia di seluruh negeri, penderitaan dan kerugian yang kita lihat sekarang sepenuhnya dapat dihindari.”

Laporan-laporan dari beberapa negara selain AS juga mengindikasikan bahwa keberhasilan melakukan vaksinasi sudah dilihat sebagai kesuksesan melawan virus Corona. Israel, misalnya, karena suksesnya program vaksinasi Covid-19, kini Israel menjadi salah satu negara di dunia yang tidak mewajibkan masker bagi warganya. “Ya, Israel menjadi negara pertama di dunia yang sanggup kalahkan Covid-19,” tulis Dailymail.co.uk, beberapa waktu lalu.

Menteri Kesehatan Israel Yuli Edelstein beberapa waktu lampau mengatakan 9,3 juta warga negara tersebut sudah divaksin Covid-19. Jumlah tersebut setara dengan 80% populasi warga di sana. Alhasil kasus Covid-19 di Israel pun turun drastis. Dan, karenanya, Pemerintah Israel juga sudah memutuskan untuk mencabut aturan kewajiban masker di luar ruangan setelah setahun lebih pandemi virus Corona.

Pertanyaan selanjutnya tentu bagaimana dengan Indonesia? Laporan resmi pemerintah menyebutkan, sampai dua hari lalu, baru 30,50 persen warga Indonesia telah mendapatkan vaksinasi lengkap. Sedangkan Aceh baru 11 persen dari jumlah warga yang seharusnya ikut program vaksinasi.

Walau persentase jumlah orang yang divaksin masih tergolong rendah, tapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji langkah pemerintah Indonesia untuk melaksanakan program vaksinasi virus corona (Covid-19) nasional secara masif. "Untuk negara yang belum bisa memproduksi vaksin sendiri, Indonesia sudah termasuk advance dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19. Tantangannya menjangkau kelompok-kelompok rentan," kata seorang dokter dari WHO.

Terkait dengtan rendahnya progres vaksinasi, Guru Besar Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia, Prof. Pratiwi Pudjilestari Sudarmono mengatakan, kendala yang dihadapi di lapangan terjadi karena soal penyampaian informasi. Banyak kelompok masyarakat lebih duluan menerima info mengenai efek samping vaksin yang sering disampaikan oleh pihak-pihak yang tak berkompeten dalam bahasa yang menakutkan. "Untuk itu kita bisa berikan penerangan. Bagaimana vaksin bekerja, bagaimana vaksin efektif menghambar infeksi terjadi dan juga mencegah transmisi terjadi dan akhirnya mengurangi jumlah pasien," katanya.

Selain soal komunikasi, sukses program gerakan vaksinasi nasional juga bergantung pada ketersediaan dan distribusi vaksin agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama untuk memenuhi target 1 juta vaksinasi per hari.

Terkait dengan upaya memerangi Covid yang sudah menyerang Indonesia sejak awal 2020, Pemerintah sudah melakukan sejumlah program atau langkah yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Pertama membiasakan diri dengan pola hidup yang sehat. Kedua, mematuhi protokol kesehetan dengan memakai masker, menjaga jarak di ruang publik, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun. Ketiga, melaksanakan vaksinasi Covid secara gratis sejak dua bulan terakhir. Keempat, karena masyarakat kurang mematuhi ketiga ketentuan itu –yang ditunjukkan dengan lonjakan tajam angka infeksi Covid di tanah air, khususnya Pulau Jawa dan Bali, maka kemudian diterapkan pembatasan mobilitas masyarakat (PPKM Mikro dan Darurat).

Aceh, dengan progres vaksinasi masih 11 persen, tentu masih menjadi daerah yang sangat rentan. Oleh sebab itu, Pemerintah di daerah ini dibantu secara serius oleh TNI/Polri kini gencar mengajak atau memfasilistasi masyarakat supaya mengikuti program vaksinasi Covid. Tujuannya adalah agar kita semua bisa segera hidup secara lebih bebas tanpa harus banyak pembatasan seperti yang kini sedang dialami masyarakat Pulau Jawa dan Pulau Dewata, Bali.

Untuk kita ingat, saat ini pemerintah sudah sangat kewalahan merawat pasien yang terinfeksi Covid, Selain kekurangan tempat rawatan dan dana, jumlah tenaga medis juga sudah terbatas. Kabar terakhir, beberapa rumah sakit juga sudah mulai kekurangan oksigen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved