Breaking News:

Subulussalam Dapat Dana CFW Program Kotaku, Untuk Pemeliharaan Aset dan Pemulihan Ekonomi

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) pada 2021 ini kembali mengucurkan dana untuk Kota Subulussalam

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM

SUBULUSSALAM - Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) pada 2021 ini kembali mengucurkan dana untuk Kota Subulussalam. Di tengah pandemi Covid-19 ini Program KOTAKU berupaya ikut serta dalam memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak.

Bantuan yang diberikan melalui kegiatan CFW (Cash For Work) atau biasa disebut kegiatan Padat Karya Tunai. Kegiatan CFW merupakan bantuan tunai kepada masyarakat dalam bentuk upah tenaga kerja, yang diberikan oleh pemerintah untuk memulihkan perekonomian masyarakat di tengah Covid-19, serta untuk memelihara aset infrastruktur yang dibangun oleh program KOTAKU, maupun program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). Pemeliharaan dan perbaikan yang dikerjakan secara Swakelola Masyarakat (BKM/LKM).

Bantuan CFW ini diberikan kepada masyarakat melalui berbagai tahapan, yaitu sosialisasi kegiatan, FGD Penetapan Prioritas Infrastuktur CFW, survei kegiatan teknis, penyusunan proposal, dan dilanjutkan dengan pencairan dana. Berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 177/KPTS/M/2021 tentang Penetapan Lokasi Dan Besaran Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat, ada 8 desa di Subulussalam yang ditetapkan sebagai desa penerima dana CFW Program Kotaku dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang tersebar di 4 kecamatan.

Di kecamatan simpang kiri ada 4 desa yaitu Desa Subulussalam, Subulussalam Barat, Tangga Besi dan Kuta Cepu. Sedangkan dik Kecamatan Penanggalan hanya ada 2 desa yaitu Desa Lae Bersih dan Lae Motong. Kemudian 2 desa lagi berada di Kecamatan Rundeng dan Sultan Daulat yaitu desa Sibungke dan Gunung Bakti. Jumlah dana CFW yang dikucurkan program KOTAKU untuk masing-masing desa sebesar Rp 300.000.000.00,- yang dipergunakan untuk operasional BKM, Infrastruktur, SMK3 (APD) dan upah tenaga kerja. Jumlah yang diterima desa di Subulussalam ini sama dengan besaran dana yang diterima desa lain penerima CFW di provinsi aceh.

Saat ini dana kegiatan CFW program KOTAKU sudah dicairkan ke rekening BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) di setiap desa sebesar 70%. Rata-rata dana itu sudah diserap oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) mencapai 69%.

Sedangkan untuk capaian progres fi siknya masing-masing desa sudah mencapai rata-rata 70%. Kegiatan CFW ini di targetkan selesai diakhir Juli 2021. Segala upaya dan strategi sudah dilakukan oleh BKM dan KSM serta Tim Fasilitator KOTAKU untuk mengejar target penyelesaian kegiatan CFW. Beberapa BKM mengaku optimis CFW akan selesai 100% di akhir juli 2021 ini. Saat ini mereka terus memacu kegiatan di lapangan agar segera tuntas, apalagi Subulussalam sudah mulai memasuki musim penghujan.

Terlepas dari target penyelesaian kegiatan CFW, salah satu warga Kampong Lae Motong mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan CFW melalui program KOTAKU, sebab selama ini mereka tidak bekerja akibat dari dampak Covid-19, “Walaupun sistem bekerjanya bergilir dan bergantian kami sangat senang karena bisa bekerja di lokasi desa masing-masing, selain dapat upah, desa kami juga tertata kembali apalagi upah kerjanya dibayarkan setiap hari yaitu pada sore hari, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan program KOTAKU yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk upah kerja melalui kegiatan CFW, kedepan kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan-bantuan yang sama untuk membantu masyarakat melalui program KOTAKU agar perekonomian kami segera pulih kembali akibat dampak covid 19”tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved