Breaking News:

Opini

Sudahlah, Pak Gubernur!

SEMASA hidupnya, mantan Gubernur Aceh, Teuku Nyak Arief, pernah mendirikan Perguruan Taman Siswa di Kutaraja (1937)

Editor: bakri
Sudahlah, Pak Gubernur!
IST
Herman RN, Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala; Nominator Cerpenis Pilihan Kompas 2020

Oleh Herman RN, Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala; Nominator Cerpenis Pilihan Kompas 2020

SEMASA hidupnya, mantan Gubernur Aceh, Teuku Nyak Arief, pernah mendirikan Perguruan Taman Siswa di Kutaraja (1937). Bersama Teuku Muhammad Hasan, Nyak Arief juga mempelopori terbentuknya Atjehsche Studiefonds (Dana Pelajar Aceh). Muhammad Hasan sendiri, sebagai gubernur pertama di wilayah Sumatera, pernah mendirikan sekolah rendah berbahasa Belanda, Hollandsch-Inlandsche School.

Gubernur Aceh yang lainnya, Prof. A. Madjid Ibrahim, dikenal sebagai pelopor berdirinya Aceh Development Board (ADB). Pada masa Ibrahim Hasan pula, rakit-rakit di sepanjang pantai barat selatan ‘disulap’ menjadi jalan raya dan jembatan sehingga memudahkan generasi muda dari Bumo Teuku Umar dan Bumo Cut Ali menempuh  pendidikan ke ibukota provinsi.

Tersebut pula nama Prof. Dr. Syamsuddin Mahmud, mantan Gubernur Aceh yang tidak kalah hebatnya dalam memajukan dunia pendidikan. Syamduddin Mahmud berperan mendirikan sekolah unggul Modal Bangsa, Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), dan SMA 9 Tunas Bangsa. Demikian pula Prof. A. Hasjmy, gubernur yang sastrawan ini mendapat julukan sebagai Bapak Pendidikan Aceh. Semua karena kiprah mereka dalam memajukan pendidikan bagi Aceh, bagi masa depan anak-anak Aceh. Pertanyaan sekarang, julukan apa yang akan didapat Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kelak?

Dapat dikatakan semua Gubernur Aceh sejak Mohammad Hasan (1945) hingga Zaini Abdullah (2012-2017) memiliki peran sangat besar dalam dunia pendidikan Aceh. Cita-cita melahirkan generasi berpendidikan di Aceh tidak pernah surut. Lahirnya Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh di Jantho, Aceh Besar, pada masa Gubernur Zaini Abdullah telah menunjukkan peran Abu Doto sebagai gubernur saat itu. Namun, apa yang dipertontonkan oleh Nova Iriansyah saat menjabat sebagai Gubernu Aceh sekarang adalah sebuah aib. Hanya untuk urusan sebuah tanda tangan rekomendasi pelepasan tanah saja Nova keberatan. Begitu tersiar di media daring dalam sepekan terakhir.

Menurut Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA JP) Provinsi Aceh, M. Adli Abdullah, pembangunan kampus II Universitas Syiah Kuala itu sebenarnya sudah bias dimulai jika Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh mau memberikan rekomendasi pelepasan Kawasan Hutan Produksi di Blang Bintang, Aceh Besar. Ketidakdewasaan Nova mencuat ke media. Ternyata ada masalah pribadi antara dirinya dan Rektor Universitas Syiah Kuala. Hanya karena masalah pribadi tersebut, Nova enggan memberikan rekomendasi pelepasan lahan. Padahal, Nova sendiri alumni dan dosen Universitas Syiah Kuala.

Nova yang kekanak-kanakan tidak paham bahwa sebiji tanda tangannya di selembar surat rekomendasi tersebut akan menjadi tinta emas yang akan bergema sepanjang sejarah Aceh. Nova tidak belajar pada Ibrahim Hasan yang sekuat tenaga melepas rakit-rakit di sepanjang jalan barat-selatan Aceh. Nova juga lupa berkaca pada Abu Doto yang memperlancar urusan pendirian ISBI Aceh.

Sebagaimana ditayangkan media online, Nova disebut-sebut tidak akan mengeluarkan surat rekomendasi tersebut selama dirinya masih menjabat Gubernur Aceh.

Jika benar informasi ini, sikap dan cara berpikir Nova sangat tidak dewasa. Ia lupa dirinya kelak akan menjadi rakyat biasa juga. Seberapa lama Nova mampu menghambat pendirian kampus II Universias Syiah Kuala? Setahun, dua tahun, atau tiga tahun? Apakah dirinya yakin akan terpilih kembali dua periode sebagai gubernur jika sikapnya tidak berpihak pada pendidikan Aceh?

Nova harus sadar bahwa untuk menjadi orang nomor satu di Aceh perlu banyak kebaikan bagi masyarakat Aceh, bukan banyak aib dan cela. Menolak memberikan rekomendasi pendirian sebuah kampus merupakan sebuah cela, bukan prestasi. Nova harus paham itu!

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved