Breaking News:

Stok Hewan Kurban Capai 83.511 Ekor

Dinas Peternakan (Disnak) Aceh menyatakan, jumlah persediaan hewan untuk kurban di 23 kabupaten/kota mencapai 83.511 ekor

Editor: bakri
Suasana transaksi jual beli sapi saat hari pasaran di Pasar Hewan Sibreh, Aceh Besar 

BANDA ACEH - Dinas Peternakan (Disnak) Aceh menyatakan, jumlah persediaan hewan untuk kurban di 23 kabupaten/kota mencapai 83.511 ekor. Dari jumlah itu, stok sapi sebanyak 27.228 ekor, kerbau 8.076 ekor, kambing 36.799 ekor, dan domba Rp 11.408 ekor.

“Jumlah persediaan hewan kurban  di daerah, umumnya jauh di atas kebutuhan. Misalnya sapi, kebutuhan diperkirakan 17.297 ekor, namun yang tersedia mencapai 27.228 ekor,” kata Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi, Selasa (6/7/2021).

Data persediaan hewan kurban tahun 1442 Hijriah itu diperoleh Disnak Aceh dari hasil pendataan, yang dilakukan Dinas Peternakan kabupaten/kota pada pertengahan Juni lalu. Misalnya Aceh Besar, Dinas Peternakan-nya melaporkan jumlah persediaan sapi sebanyak 4.165 ekor, sementara kebutuhan kurban sekitar 2.918 ekor.

Sedangkan persediaan kerbau mencapai 978 ekor, dan perkiraan kebutuhan untuk kurban sekitar  757 ekor. Persediaan kambing sebanyak 2.718 ekor, perkiraan kebutuhan untuk kurban sekitar 2.517 ekor. “Sementara untuk domba persediaannya 108 ekor, perkiraan kebutuhan untuk kurban sekitar 98 ekor,” terang Rahmandi.

Sementara untuk Kota Banda Aceh, tambah Kadisnak Aceh itu, hanya melaporkan dua jenis hewan kurban. Dimana, persediaan sapi sebanyak 1.413 ekor, sedangkan perkiraan kebutuhan untuk kurban sekitar 1.401 ekor. Kemudian persediaan kambing hanya 540 ekor atau jauh di bawah kebutuhan untuk kurban yang mencapai 1.251 ekor.

“Kekurangan akan ternak kambing untuk kebutuhan kurban di Banda Aceh bisa diatasi melalui daerah terdekat, yaitu Aceh Besar,” tandas Rahmandi.

Karena itu, dia minta warga Banda Aceh yang ingin berkurban kambing untuk tidak perlu khawatir. Apalagi sejumlah pasar hewan di Aceh Besar banyak menjual ternak kambing untuk kebutuhan kurban pada Idul Adha 1442 Hijriah ini.

Selain Aceh Besar, tutur Rahmandi, persediaan kambing untuk hewan kurban di Kabupaten Bireuen juga cukup banyak, mencapai 6.106 ekor. Sementara kebutuhan untuk kurban di Bireuen sekitar 2.677 ekor.

Kabupaten Pidie juga demikian, persediaan kambing untuk kurban tahun ini mencapai 4.348 ekor. Sedangkan perkiraan kebutuhan untuk kurban sekitar 1.953 ekor. Jadi, menurut Rahmandi, kekurangan persediaan hewan kurban di satu daerah, biasanya akan diisi dari daerah lain. “Apalagi para pedagang sudah memiliki jaringan komunikasi yang sangat kuat dan lancar,” jelas Rahmandi.

Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Aceh, Rahmandi menambahkan, dari hasil pengecekan yang mereka lakukan di Pasar Hewan Sibreh, Aceh Besar, daya belinya masih rendah, dan harga ternaknya masih relatif stabil.

Dikatakan, daya beli hewan kurban tinggi atau menurun, baru bisa diketahui, satu minggu jelang Idul Adha. “Sekarang ini masih ada dua pekan lagi. Namun begitu dari hasil pengakuan sejumlah pedagang hewan, daya beli hewan kurban tahun ini, sedikit menurun dibanding sebelum pandemi Covid-19.

Sebagaimana yang diungkapkan Amir, pedagangan kambing, sebelum Covid-19, dua minggu jelang Idul Adha biasanya ia sudah banyak menerima pesanan hewan kurban. “Tapi sekarang baru ada dua atau tiga ekor saja yang dipesan,” tuturnya.

Tak hanya kambing, pesanan sapi untuk hewan kurban tahun ini juga mengalami penurunan. Padahal, harga jualnya masih relatif masih normal. Untuk kambing dijual berkisar Rp 2,5 juta-Rp 3,5 juta/ekor. Begitu juga sapi ukuran sedang dijual dengan harga sekitar Rp 15 juta-17 juta/ekor.(her)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved