Breaking News:

Salam

Tentang Fitnah Terkait Kapal Aceh Hebat

Gubernur Nova Iriansyah mengaku dirinya difitnah terkait pengadaan tiga unit Kapal Aceh Hebat

Editor: bakri
FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, bersama Forkopimda Aceh Singkil dan sejumlah Kepala SKPA, meninjau Kapal Aceh Hebat 3 yang sandar di Pelabuhan Aceh Singkil, Senin (5/7/2021). 

Gubernur Nova Iriansyah mengaku dirinya difitnah terkait pengadaan tiga unit Kapal Aceh Hebat. "Saya difitnah macam-macam, dibilanglah kapal bekas," kata Nova Iriansyah saat meninjau Kapal Aceh Hebat 3 di pelabuhan Aceh Singkil di Pulo Sarok, Singkil, Senin (5/7/2021). Menurut Gubernur, tuduhan tersebut bertolak belakang dengan fakta, sebab kapal itu dibuat dari baru dan semua prosesnya terdokumentasikan

Sebelumnya ia juga bercerita terkait dek paling atas kapal yang basah. Basah bukan karena bocor, melainkan memang bagian dek atas kapal tidak beratap. Sehingga ketika hujan otomatis air tergenang. "Bukan bocor memang tidak ada atapnya," tegas Nova.

Mohd Jully Fuady, Koordinator Tim Kuasa Hukum Pemerintah Aceh pernah mengatakan, “Beberapa kabar bohong yang meresahkan masyarakat di antaranya adalah informasi seputar KMP Aceh Hebat yang dituding bekas. Beberapa pihak menuding kapal Aceh Hebat ini adalah kapal bekas yang dibuat dengan skema Penunjukan Langsung atau PL. Padahal tiga unit Kapal Ro-Ro itu dibikin dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears contract) yang dilakukan sejak tahun 2019. Di mana proses pelelangan anggaran dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI.”

Akan tetapi, terkait pengadaan ketiga unit kapal untuk kebutuhan masyarakat kepulauan di Aceh, sejak beberapa pekan lalu memang sudah menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Saksi-saksi itu antara lain pejabat dinas perhubungan, keuangan dan aset, dan lainnya. Mereka dimintai keterangan berjam-jam oleh penyidik KPK yang secara khusus datang ke Aceh.

Nova sendiri saat ini seperti sudah mengabaikan tudingan-tudingan yang disebutnya sebagai fitnah itu. Ia lebih konsentrasi perhatiannya pada pemanfaatan dan perawatan kapal-kapal itu agar dapat menjadai sarana transportasi laut yang nyaman bagi masyarakat, khususnya warga kepulauan, seperti Pulau Banyak (Kabupaten Aceh Singkil), Pulau Simeulue (Kabupaten Simeulue), dan Sabang (Kota Sabang).

KMP Aceh Hebat 1 berukuran 1.300 Gross Tonnage (GT) berkapasitas 250 orang, 25 unit truk, dan 8 unit kendaraan roda empat dialokasikan untuk melayani rute ke Simeulue. Dari tiga kapal yang diadakan, KMP Aceh Hebat 1 merupakan yang terbesar dengan panjang 70 meter dan lebar 15 meter. Kapal ini dikerjakan di galangan PT  Multi Ocean Shipyard di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, dan selesai pada awal Oktober 2020.

KMP Aceh Hebat 2 bertipe 1.100 GT untuk lintasan Ulee Lheue – Balohan berkapasitas 252 penumpang dan 26 unit kendaraan campuran, dilaksanakan oleh PT Adiluhung Saranasegara Indonesia di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Sedangkan KMP Aceh Hebat 3 bertipe 600 GT untuk lintasan Singkil – Pulau Banyak berkapasitas 212 penumpang dan 21 unit kendaraan campuran, dilaksanakan oleh PT Citra Bahari Shipyard di Tegal, Jawa Tengah.

Untuk pengadaan ketiga kapal itu dikabarkan menghabiskan dana Rp 178 miliar dari APBA. Karena menghabiskan dana yang cukup besar pada tahun 2020, seorang anggota DPRA berharap kapal-kapal itu dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Jangan sampai menjadi besi tua,” katanya.

Nova Iriansyah sendiri berkali-kali mengatakan bahwa pembelian kapal Aceh Hebat ini untuk meningkatkan konektivitas antarkepulauan yang merupakan program prioritas Pemerintah Provinsi Aceh.

Oleh sebab itulah, karena KPK sedang menyelidiki proses pengadaan ketiga kapal itu, maka kita berharap pengusutannya cepat selesai. Ini penting agar tudingan-tudingan yang selama ini diarahkan ke Gubernur Nova bisa jelas duduk persoalannya. 

Selain itu, publik juga tak boleh menduga-duga, apalagi menuduh si ini dan si itu bakal terseret kasus pengadaan kapal-kapal dimaksud. Menduga-duga apalagi sampai terjadi pencemaran nama baik tentu sesuatu yang berkonsekuensi hukum bagi siapa saja. Yang terbaik bagi kita masyarakat adalah menunggu proses pengusutan oleh para penyidik KPK.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved