Breaking News:

Kupi Beungoh

Aceh, Mbong, dan Choeh Ujoeng

Masa lalu Aceh yang diklaim sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar di dunia menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Aceh.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Teuku Murdani, mahasiswa program Doktor dalam bidang International Development, Fakultas Art & Design, University of Canberra, Australia, mengajar pada jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Oleh: T. Murdani*) 

RAMAI yang mengkalim bahwa letak Aceh yang berada di ujung Pulau Sumatera sangat strategis.

Ini karena lalu-lintas kapal laut yang cukup inten di Selat Malaka dan Samudera Hindia, meski kapal-kapal itu tidak ada yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Aceh.

Di samping itu Aceh memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

Hasil alam Aceh selalu diklaim terbaik atau nomor satu, paling kurang nomor dua di dunia.

Mulai dari kualitas ganja sampai cadangan minyak dan gas alam, Aceh adalah rajanya.

Masa lalu Aceh yang diklaim sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar di dunia menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Aceh.

Terlena dengan kejayaan masalalu yang sukses membangun hubungan dagang dengan negara-negara Asia lainnya dan negara-negara Eropa menjadikan masyarakat Aceh hidup penuh dalam kenangan, kejayaan indatu yang selalu ingin diulang.

Namun karena kemampuan yang dimiliki lebih unggul pada kemampuan retorika berbicara.

Sampai hari ini belum kelihatan tanda-tanda akan mampu menyaingi kemampuan sang indatu dalam membangun dan mensejahterakan Aceh sehingga disegani dunia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved