Internasional
Joe Biden Sebut Pembunuhan Presiden Haiti Sangat Mengerikan
Presiden AS Joe Biden, Rabu (7/7/2021) mengutuk pelaku pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden, Rabu (7/7/2021) mengutuk pelaku pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise.
Dia menyebut pembunuhan itu sangat mengerikan dan Washington siap membantu dengan cara apapun.
Dilansir AP, Washington juga menyerukan Haiti untuk melanjutkan pemilihan.
Juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan pemungutan suara harus digelar dengan adil di Haiti.
Sehingga, akan memfasilitasi transfer kekuasaan secara damai kepada presiden yang baru terpilih nantinya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta warga Haiti untuk tetap bersatu dan menolak semua kekerasan.
Baca juga: Presiden Haiti Dibunuh Secara Brutal dan Barbar di Kediaman Pribadinya
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell memperingatkan risiko ketidakstabilan dan spiral kekerasan.
Moise, seorang pengusaha sukses, naik ke panggung politik pada tahun 2017.
Dia berkampanye sebagai seorang populis dan dilantik pada Februari 2017.
Namun, tanggal akhir mandatnya menjadi sumber kebuntuan.
Karena Moise menyatakan masa jabatannya berlangsung hingga 7 Februari 2022.
Tetapi yang lain mengatakan itu berakhir pada 7 Februari 2021.
Baca juga: Presiden Haiti Tewas Ditembak di Rumahnya, Inilah Dosa Jovenal Moise Sampai Membuat Rakyatnya Geram
Ketidaksepakatan itu adalah karena Moise terpilih dalam pemungutan suara 2015 yang dibatalkan karena penipuan.
Tetapi, kemudian terpilih kembali pada November 2016.
Tanpa parlemen, negara itu jatuh lebih jauh ke dalam krisis pada 2020.
Banyak yang khawatir Haiti bisa mengarah lebih jauh ke dalam kekerasan.
"Seberapa lebih buruk yang bisa didapat dari neraka?" tanya pakar Haiti, Irwin Stotzky di University of Miami.
“Haiti menghadapi lebih banyak kekerasan dan kematian," katanya.
"Kegagalan sebagai negara demokratis daripada sebelumnya," tambahnya.
"Sulit dibayangkan mengingat sejarahnya yang baru dan kacau." ungkapnya.
Pembunuhan itu terjadi beberapa hari setelah Moise menunjuk Ariel Henry.
Seorang ahli bedah saraf terlatih Prancis, sebagai perdana menteri baru Haiti.
Henry (71) dekat dengan oposisi, tetapi pengangkatannya tidak disambut oleh mayoritas partai oposisi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/1102presiden-as-joe-biden.jpg)