Breaking News:

Jurnalisme Warga

Meningkatnya Popularitas Kerawang Gayo

Takengon, Aceh Tengah, merupakan daerah yang terkenal dengan ukiran khasnya, yaitu kerawang Gayo. Asal-usul kerawang di Gayo ditemukan pada ornamen

Editor: bakri
Meningkatnya Popularitas Kerawang Gayo
FOR SERAMBINEWS.COM
ZUMIRA SALMA, Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Takengon, Aceh Tengah

OLEH ZUMIRA SALMA, Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Takengon, Aceh Tengah

Takengon, Aceh Tengah, merupakan daerah yang terkenal dengan ukiran khasnya, yaitu kerawang Gayo. Asal-usul kerawang di  Gayo ditemukan pada ornamen Umah Pitu Ruang (rumah adat suku Gayo). Umah Pitu Ruang ini adalah mahar atau permintaan dari seorang putri Kerajaan Johor yang dipinang oleh Adi Genali Raja Linge I pada abad ke-10.

Kerawang adalah hasil cipta karsa manusia untuk menjadikan nilai estetik dalam prilaku kehidupan yang kemudian menjadi budaya. Bahkan motif kerawang tercermin pada reusam peraturan Negeri Linge, yaitu Sarak Opat.

Kerawang berasal dari dua kata, yaitu ‘iker’ yang artinya dasar buah pikiran dan ‘rawang’, artinya ramalan. Jadi, kerawang bermakna ramalan pemagar adat. Penambahan kata Gayo dalam frasa tesebut merupakan bentuk identitas dari suku Gayo yang tinggal di Tanah Gayo.

Kerawang Gayo memiliki nilai-nilai estetik sebagai hasil budaya yang selain untuk memperindah objek, juga dibutuhkan sebagai simbol tertentu dan sebagai representasi alam yang filosofinya tertuang pada setiap motifnya.

Motif  kerawang Gayo  memiliki nilai-nilai dan ajaran tentang agama, adat, maupun kehidupan. Nama dan bentuk ragam hias kerawang Gayonya juga berorientasi dari alam, seperti dari flora, fauna, dan dari alam benda lainnya.

Kerawang  Gayo merujuk pada motif-motif ukiran pada suku Gayo di Provinsi Aceh. Motifnya terdapat pada kayu bangunan rumah, bahan anyaman, gerabah, logam, dan kain yang merupakan kerawang.

Dalam  perkembangannya, motif  kerawang diukir juga pada gading, kayu, dan disulam pada kain sebagai pelengkap rumah adat suku Gayo. Motif pada kerawang Gayo ini sudah ditetapkan menjadi salah satu warisan budaya dari Gayo oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI beberapa waktu lalu. Jadi, tidak hanya kopi yang jadi buah tangan, tetapi kerawang Gayo pun layak dijadikan buah tangan bagi pengunjung yang pulang dari Gayo.

Sejauh yang saya amati, di Aceh Tengah banyak perajin kerawang Gayo, tapi yang paling dominan berada di Kampung Bebesen. Kampung ini bahkan menjadi pusat kerajinan khas Gayo. Hampir seluruh warganya memproduksi kerawang, sehingga menjadikannya sebagai kampung ekonomi kreatif di Aceh Tengah.

Ada juga perajin kerawang Gayo di Kampung Asir-Asir, Kecamatan Lut Tawar. Paguyuban perajin kerawang Gayo di kampung ini sudah memprogramkan pelatihan bagi 20 ibu rumah tangga (IRT) agar terampil menjahit kerawang. Pelatihan kerawang Gayo ini menjadi bagian dari upaya untuk melestarikan budaya Gayo karena kerawang ini juga hadir dalam pakaian adat maupun tradisi Gayo.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved