Breaking News:

Jenazah Pasien Corona

Pasien Corona Donasikan Tubuh untuk Diteliti Jika Meninggal, Ini yang Dokter Temukan Dalam Jasadnya

Peneliti mengatakan, bahwa pengobatan antiinflamasi yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak boleh secara....

Editor: Eddy Fitriadi
AFP
ILUSTRASI Petugas mengangkut jenazah pasien Covid-19 di Wuhan, Cina, 5 Februari 2020. Sejumlah peneliti China melakukan otopsi untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh jenazah pasien Covid-19. 

SERAMBINEWS.COM - Sejumlah peneliti China melakukan otopsi untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh jenazah pasien Covid-19.

Otopsi tersebut dilakukan para ahli dari Pusat Medis Kelima Rumah Sakit Umum, Tentara Pembebasan Rakyat di Beijing.

Seorang pria 50 tahun meninggal akhir Januari lalu akibat virus corona.

Sebelumnya, ia mendonasikan tubuhnya untuk bahan penelitian jika dirinya meninggal.

Hasilnya, para peneliti menemukan kondisi yang mirip dengan efek wabah SARS.

SARS yang pernah menyerang China Selatan tahun 2002-2003 menewaskan lebih dari 800 orang dan lebih dari dua lusin negara saat itu terdampak.

Pria yang diotopsi di Beijing itu punya gejala awal pada 14 Januari kemudian meninggal dua pekan kemudian.

Para peneliti menemukan bahwa alveoli di kedua paru-parunya mengalami kerusakan parah.

Ada juga ditemukan cedera pada hatinya yang kemungkinan disebabkan oleh virus Corona.

Selain itu ada kerusakan yang kurang substansial pada jaringan jantung, menunjukkan bahwa infeksi "mungkin tidak secara langsung merusak jantung."

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved