Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Virus Corona Delta Gempur Australia, Sydney Lockdown Lagi, Kasus Covid-19 Mulai Naik

Virus Corona Delta asal India mulai menggempur seluruh negara bagian di Australia. Pertama kali dilaporkan ditemukan di Negara bagian New South Wales

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang warga mengenakan masker saat Sydney, Australia mulai memberlakukan kembali lockdown mulai Rabu (7/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, SYDNEY - Virus Corona Delta asal India mulai menggempur seluruh negara bagian di Australia.

Pertama kali dilaporkan ditemukan di Negara bagian New South Wales Australia pada Kamis (8/7/2021).

Dilansir AFP, kenaikan harian terbesar dalam kasus Covid-19 didapat secara lokal untuk tahun ini.

Ketika para pejabat berjuang untuk membasmi kelompok varian Delta yang sangat menular di Sydney.

New South Wales (NSW) melaporkan 38 kasus lokal baru, naik dari 27 sehari sebelumnya.

Bertepatan dengan ibu kotanya Sydney yang bersiap untuk lockdown atau penguncian pada minggu ketiga.

Baca juga: Israel Nilai Vaksin Covid-19 Belum Mampu Cegah Serangan Virus Corona Delta, Kasus Kembali Meningkat

“Kami tidak ingin memperpanjang penguncian,"kata Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian kepada wartawan di Sydney.

"kami tidak ingin melihat Sydney atau New South Wales masuk dan keluar dari penguncian ini," tambahnya.

"Tetapi, sampai sebagian besar populasi kami divaksinasi,” ujarnya.

Berejiklian meminta warga untuk membatasi kunjungan ke keluarga.

Karena data menunjukkan virus menyebar selama pertemuan semacam itu.

Dia mendesak orang dengan gejala flu untuk membawa seluruh keluarga mereka untuk tes Covid-19 karena strain Delta sangat menular.

Baca juga: Iran Kembali Lockdown Kota-kota Besar, Khawatiran Penyebaran Virus Corona Delta

Dia telah berjanji akan menjadi penguncian terakhir yang harus dialami Sydney dalam pandemi.

Meskipun hanya sekitar 10 persen dari negara itu yang telah divaksinasi sepenuhnya.

Dari kasus Kamis (8/7/2021), 26 berada dalam isolasi atau sebagian dari periode infeksi mereka.

Sementara 11 lainya menghabiskan waktu di komunitas saat mereka menular.

Satu kasus sedang diselidiki.

Total infeksi mendekati 400 di tengah wabah terbesar tahun 2021 di negara bagian itu.

Sejak kasus pertama terdeteksi di kota itu lebih dari tiga minggu lalu pada pengemudi limusin yang mengangkut awak maskapai luar negeri.

Baca juga: Varian Delta Belum Dipecahkan Misterinya, Malah Muncul Varian Lambda yang Lebih Kebal Vaksin

Perintah tinggal di rumah yang ketat telah diberlakukan di Sydney, kota terbesar di Australia.

Rumah bagi seperlima dari 25 juta penduduk negara itu, sejak 26 Juni selama dua minggu membatasi pergerakan orang dan membatasi pertemuan.

Itu diperpanjang pada Rabu (7/7/2021) hingga 16 Juli 2021 setelah pembatasan gagal mengurangi penyebaran.

Bahkan, para pejabat frustrasi setelah menemukan infeksi baru terkait dengan pertemuan ilegal dan orang-orang yang melanggar aturan jarak sosial.

Australia telah bernasib jauh lebih baik daripada banyak negara maju lainnya dalam menjaga angka kasus Covid-19 tetap rendah.

Dengan hanya di bawah 30.900 kasus dan 910 kematian.

Namun, peluncuran vaksinasi yang lambat telah menghilangkan sebagian dari keberhasilan itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved