Sabtu, 11 April 2026

8 Daerah ‘Merah’ Realisasi Vaksinasi,  Aceh Besar Paling Rendah

Dinas Kesehatan Aceh menyatakan, hingga 7 Juli 2021, jumlah tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, dan umum, yang sudah divaksin di Kota Banda Aceh

Editor: bakri
DOK PMI BANDA ACEH
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif 

BANDA ACEH - Dinas Kesehatan Aceh menyatakan, hingga 7 Juli 2021, jumlah tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, dan umum, yang sudah divaksin di Kota Banda Aceh mencapai persentase  tertinggi sebesar 144,9 persen. Tempat kedua diduduki Kota Lhokseumawe sebesar 89,1 persen dan ketiga Aceh Barat sebesar 82,8 persen.

“Dari 23 Kabupaten/Kota, masih ada delapan daerah yang kegiatan vaksinasi covid 19 nya masih rendah atau ‘merah’. Kedelapan daerah itu adalah Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Simeulue, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Bireuen, dan Pidie Jaya,” ungkap Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, Kamis (8/7/2021).

Dijelaskan, dari delapan daerah yang jumlah kegiatan vaksinasi Covid-19 ‘merah’ di bawah 50 persen adalah Aceh Besar. Persentasenya baru sebesar 27,7 persen. Disusul Pidie (36 persen), Aceh Utara (37,5 persen), Simuelue (41,2 persen), Aceh Tenggara (43,4 persen), Aceh Tamiang (43,9 persen), Bireuen (46,6 persen) dan Pidie Jaya (47,1 persen).

Untuk daerah-daerah yang persentase vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah, Kadiskes Aceh minta bupati/wali kota, bersama kadiskes setempat, petugas puskesmas, dan lembaga terkait lainnya, untuk mencari cara agar realisasi vaksinasi bisa meningkat. “Bisa melakukan vaksinasi massal, seperti yang dilakukan Pemerintah Aceh, di Gedung Banda Aceh Convention Hall, di Banda Aceh,” tutur Hanif.

Dikatakan, semakin banyak masyarakay divaksinasi, maka imunitas atau kekebelan tubuh penduduk daerah tersebut semakin tinggi. Dengan begitu, jumlah kasus penularan virus corona menjadi rendah. Vaksinasi, terang Hanif,  sangat penting. Karena dapat meningkatkan imunitas dari ancaman serangan virus corona.

“Semakin sedikit jumlah kasus Covid, maka serangan virus corona terhadap penduduk semakin rendah. Jadi, program satu juta vaksin per hari yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo, adalah untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, sehingga imunitas tubuh rakyat Indonesia terhadap penularan virus corona semakin kuat,” ujar Hanif.

Bali dan pulau Jawa, kata Kadinkes Aceh, harus dilaksanakan PPKM darurat, karena penularan kasus Covid 19 sudah terlalu banyak. Salah satu cara untuk menekannya, adalah membatasi kegiatan mobilitas penduduk, sambil terus menambah jumlah penduduk yang divaksin, agar imunitas atau kekebelan tubuh penduduk di daerah yang bersangkutan terhadap serangan virus corona yang lama maupun yang baru, terus menurun.

Bulan lalu, kata Hanif, Kota Banda Aceh sempat berzona merah penularan virus corona. Hal itu seiring bertambahnya kasus Covid-19 di ibu kota Provinsi Aceh tersebut. “Tapi, setelah Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, bersama Forkopimda melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti membatasi jam buku usaha kuliner sampai pukul 11 malam, kemudian menutup tempat rekreasi dan lainnya, dua minggu kemudian angka penularan Covid-19 dua minggu kemudian turun dan wilayahnya ini sekarang sudah berubah menjadi zona orange,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif menambahkan, Pemko Banda Aceh memaksimalkan pelakukan vaksinasi massal Covid-19 nya di berbagai lokasi, untuk meningkatkan jumlah penduduknya yang divaksin I dan II.

Untuk membantu masyarakat umum di Kota Banda Aceh menerima vaksin I dan II Covid 19, secara gratis, Pemerintah Acer bersama Polda Aceh, Kodam IM, sejumlah rumah sakit, dan instansi terkait lainnya melakukan vaksinasi massal di Gedung Banda Aceh Convention Hall, 22 Juni-13 Juli 2021.  “Dengan adanya vaksinasi massal tersebut, kita berharap jumlah penduduk Aceh yang divaksin akan bertambah signifikan,” ujarnya.

Sementara berdasarkan laporan Tim Dinkes Aceh yang memantau pelaksanaan vaksin massal di Gedung Banda Aceh Convention Hall, setiap harinya jumlah orang umum yang divaksin mencapai 1.500-1.700 orang.

“Itu merupkan jumlah yang cukup lumayan besar dan akan membantu mempercepat peningkatan imunitas daerah dan akan meneken jumlah kasus covid 19 di Aceh,” tandas Hanif.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved