Breaking News:

Opini

“Carot-Ceumaroet” Mutu Pendidikan Aceh

Perdebatan tentang mutu pendidikan di Aceh sempat mendominasi media cetak, online, dan media sosial dalam berapa minggu terakhir ini

Editor: bakri
“Carot-Ceumaroet” Mutu Pendidikan Aceh
IST
A. Wahab Abdi, Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala

Oleh A. Wahab Abdi, Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala

Perdebatan tentang mutu pendidikan di Aceh sempat mendominasi media cetak, online, dan media sosial dalam berapa minggu terakhir ini. Seperti biasa, setiap persoalan yang hadir di ruang publik, akan melahirkan perdebatan pro-kontra.

Kedaan semacam ini juga pernah mengemuka tahun lalu. Sebagian pihak mengklaim bahwa mutu pendidikan Aceh tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya. Sementara pihak lain menyimpulkan bahwa mutu pendidikan belum baik.

Dinas Pendidikan Aceh yakin bahwa mutu pendidikan mengalami peningkatan yang signifikan. Argumentasinya adalah jumlah lulusan SMA/SMK yang bias menembus program studi di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) meningkat.

Pihak Dinas Pendidikan Aceh dengan menggunakan data itu mengklaim bahwa lulusan SMA/SMA/SMK Aceh yang berhasil lolos ke berbagai program studi di sejumlah PTN masuk ke dalam 10 besar. Dari 16.767 lulusan SMA/SMK yang ikut ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi bersama nasional masuk perguruan tinggi negeri (SBNMPTN), terdapat 6.888 (41%) berhasil lulus.

Sebelumnya, jumlah lulusan SMA/MA/SMK yang diterima melalui jalur seleksi nasional masuk pergurutun tinggi negeri (SNMPTN) 2021 juga menggembirakan. Dari 15.290 yang mendaftar melalui jalur ini, 5.626 (36,8%0 diterima.

Akan tetapi, pascaklaim tersebut, Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal mengatakan bahwa mutu pendidikan di Aceh tidak dalam keadaan baik-baik saja. Jika menggunakan rerata skor lulusan SMA/SMK, maka mutu pendidikan Aceh masih di bawah secara nasional dan regional Sumatera.

Berdasarkan data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) di PTN Wilayah Barat Indonesia, Samsul Rizal menyimpulkan bahwa hasil SBNMPTN tahun 2021 yang diperoleh lulusan SMA/MA/SMK di Aceh masih rendah. Skor rerata lulusan SMA/MA/SMK Aceh bidang sains dan teknologi (Saintek) adalah 486,67 atau berada pada urutan ke-24 nasional dari 34 provinsi di Indonesia. Sementara skor rerata lulusan SMA/SMK Aceh bidang sosial dan humaniora (Soshum) adalah 472,86 atau berada pada peringkat 26 nasional.

Komparatif vs kompetitif

Tersajinya data tersebut di ruang publik, kemudian menimbulkan saling bantah antara Dinas Pendidikan Aceh dengan Rektor Unversitas Syiah Kuala berkelanjutan. Kedua pihak merasa klaim masing-masing adalah yang benar. Tentu saja tak ada yang perlu disalahkan. Namun, hal penting yang perlu didiskusikan adalah parameter yang digunakan untuk mengukur mutu pendidikan Aceh saat ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved