Breaking News:

Salam

Keluar-Masuk Banda Aceh Diperiksa, Jadi Bersiaplah

Alhasil, hingga dua hari lalu, total konfirmasi positif di Indonesia menembus 2,379 juta kasus. Dan, penambahan hari Rabu membuat RI menempati

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. 

Kasus Covid‑19 di Indonesia terus meroket. Dalam tiga hari terakhir kasus baru mencapai lebih 30.000 perhari. Bahkan, pada Rabu (7/7) hingga pukul 12.00 Wib saja sudah mencapai 34.379 orang dalam waktu belum mencapai 24 jam. Alhasil, hingga dua hari lalu, total konfirmasi positif di Indonesia menembus 2,379 juta kasus. Dan, penambahan hari Rabu membuat RI menempati posisi sebagai salah satu negara dengan penambahan harian terbesar.

Mengutip Worldometers, posisi RI di hari yang sama, hanya diungguli Brasil dan India dalam jumlah penambahan kasus harian. Brasil pada Rabu melaporkan 54.022 kasus sementara India mencatatkan 45.196. Meski begitu, kondisi di kedua negara masih terlihat lebih baik dibanding Indonesia bila dilihat dari segi kesembuhan. Di Brasil angka kesembuhan harian dilaporkan mencapai 90.024. Sedangkan di India dilaporkan 44.103 kesembuhan harian. Indonesia hanya mencatatkan 14.235 kasus sembuh. Dari catatan situs itu, angka ini tidak sampai 50% dari jumlah kasus tambahan.

Dari segi kematian, Indonesia juga mencetak rekor baru pada Rabu, di mana kematian baru dilaporkan sebesar 1.040 kasus. Meski kondisi sudah demikia parah, Kementerian Kesehatan memperkirakan kenaikan masih terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. “Kemungkinan kita akan melihat kasus terkonfirmasi positif meningkat beberapa hari ke depan," ujar Juru Bicara Vaksin Covid‑19 Kementerian Kesehatan, Dokter Siti Nadia Tarmidzi.

Kenaikan tajam ini memaksa Presiden Joko Widodo memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat pada 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 untuk wilayah Jawa dan Bali. Sedangkan untuk untuk 43 kabupaten/kota luar Jawa dan Bali diberlakukan PPKM Mikro yang diperketat.

Dari 43 kabupaten/kota luar Jawa yang harus menerapkan PPKM Mikro yang diperketat salah satunya adalah Kota Banda Aceh. Oleh kerana itulah sejak dua hari lalu, warga yang ingin keluar dan masuk ke ibukota Provinsi Aceh ini dikenakan beberapa syarat yang harus diperlihatkan di pos-pos pintu masuk dan keluar Kota Banda Aceh yang berlaku sejak 6 Juli hingga 21 Juli 2021.

Dalam kurun waktu tersebut, masyarakat yang ingin masuk ke Banda Aceh antara lain harus membawa dan menunjukkan surat antigen, surat PCR negatif Covid‑19, atau sertifikat vaksin.

Sehubungan dengan hal itu, Polda Aceh juga mulai melakukan penyekatan wilayah Banda Aceh. Untuk itu, tim satgas yang terdiri atas TNI, Polri, dan stakeholder pemerintah membuat pos penyekatan di tiga titik yaitu kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya dan Leupueng, serta Pelabuhan Ulee Lheue.

“Bagi setiap orang yang masuk Banda Aceh, kendaraan luar kota kita wajibkan membawa surat antigen, PCR negatif, atau sertifikat vaksin. Itu baru boleh lewat, kalau nggak akan kita minta putar balik,"  tegas Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.

Petugas di pos penyekatan,  juga akan memeriksa bus atau mobil travel untuk membatasi penumpang 50 persen dari jumkah kursi. "Kalau lebih akan kita kurangi. Mobil‑mobil tetap kita proteksi, penumpang kita cek suhu secara random dan tes antigen. Kalau ada yang batuk atau panas, itu langsung kita antigen," katanya.

Zona merah di Aceh saat meliputi Banda Aceh dan Aceh Tengah. Zona kuning meliputi Aceh Timur, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Pidie Jaya, Simeulue, dan Subulussalam. Subussalam sudah tujuh pekan bertahan sebagai zona kuning. Sedangkan 15 kabupaten/kota lain belum beranjak dari zona oranye dalam lima pekan terakhir. Yang memprihatinkan, hingga kemarin belum ada kabupaten/kota di Aceh yang masuk zona hijau. Zona hijau adalah zona yang relatif aman dari ancaman virus Corona.

Karena itulah, masyarakat yang ingin keluar atau masuk ke kota Banda Aceh supaya melengkapi diri dengan kebutuhan pada saat pemeriksaan di pos-pos penyekatan. Dan, yang lebih baik, jika tak ada keperluan yang paling mendesak, sebaiknya dalam kurin waktu tersebut tidak masuk atau ke luar Kota Banda Aceh.

Selain itu, masyarakat juga diminta mematuhi berbagai seruan terkait dengan upaya pemutusan mata-rantai penularan Covid yang kini teris berkembang dengan berbagai varian. Mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi, untuk sementara ini menjadi langkap paling efektif menghalau Covid. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved