Selasa, 14 April 2026

Berita Lhokseumawe

Yayasan Jinoe Raih Hibah Social Impact Leadership, Satu-satunya di Aceh

Yayasan Jinoe berhasil memenangkan hibah itu setelah mengikuti seleksi yang ketat.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi - Yayasan Jaring Inovasi Nanggroe (Jinoe) menjadi satu-satunya organisasi di Aceh yang menerima hibah Social Impact Leadership 2021. 

Yayasan Jinoe berhasil memenangkan hibah itu setelah mengikuti seleksi yang ketat.

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Yayasan Jaring Inovasi Nanggroe (Jinoe) menjadi satu-satunya organisasi di Aceh yang menerima hibah Social Impact Leadership 2021.

Hibah tersebut diberikan Yayasan Indika untuk Indonesia.

Yayasan Jinoe berhasil memenangkan hibah itu setelah mengikuti seleksi yang ketat.

Project Officer Yayasan Jinoe, Heru Tesar Ichsan mengatakan, program yang diusulkan yaitu Interaksi (Introduksi Empati, Perdamaian dan Toleransi), bagi santri pesantren dan dayah di Aceh menarik minat dari Indika Foundation.

“Alhamdulillah dari 282 proposal yang bersaing, Jinoe terpilih menjadi 1 dari 30 pemenang. Bangga, kita satu-satunya dari Aceh,” Ujar Heru Tesar Ichsan, Rabu (7/7/2021).

Heru menyebutkan, dana yang diberikan akan digunakan untuk melakukan diskusi terarah bersama pakar di bidang perdamaian dan toleransi.

Kemudian peningkatan kapasitas guru pesantren dan dayah terhadap isu perdamaian, pemberdayaan santri, dan penyusunan modul perdamaian.

“Modul INTERAKSI akan menjadi acuan pertama pembelajaran perdamaian dan toleransi di Provinsi Aceh bagi pesantren dan dayah.

INTERAKSI akan mengembangkan 4 kompetensi inti yaitu spritual, pengetahuan, keterampilan dan sosial,” tambah Lulusan Ilmu Komunikasi Unimal ini.

Social Impact Leadership (SIAP) merupakan program pemberian dana hibah kepada individu, komunitas, dan organisasi yang telah lolos seleksi pada “call for proposals” untuk mendukung perwujudan Indonesia yang damai dan inklusif.

Caranya dengan mengajarkan kemampuan bernalar kritis dan sosial emosional.

Ia mengharapkan dana hibah dari Indika Foundation itu bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mendorong isu-isu perdamaian dan toleransi di Pesantren dan Dayah di Aceh demi menciptakan Aceh yang lebih baik.

Modul yang tersusun nantinya bisa menjadi acuan pembelajaran yang bisa digunakan ke dalam materi mengenai keterampilan peserta didik di tingkat pesantren dan dayah. (*)

 


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved