Breaking News:

Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal, Hanyut Saat Berenang di Sungai Alas

Nasib malang menimpa seorang bocah bernama Rio Wahyu (11), warga Desa Prapat Hulu, Kecamatan babussalam, Aceh Tenggara

Editor: bakri
For Serambinews.com
Tim SAR Resque Aceh Tenggara saat melakukan pencarian Rio Wahyu (11), bocah warga Desa Prapat Hulu, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara yang hanyut terseret arus Sungai Alas dan ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia, Sabtu (10/7/2021) sore. 

KUTACANE - Nasib malang menimpa seorang bocah bernama Rio Wahyu (11), warga Desa Prapat Hulu, Kecamatan babussalam, Aceh Tenggara. Rio ditemukan meninggal dunia di Sungai Alas, Sabtu (10/7/2021) sore, tak lama setelah ia bersama teman-temannya mandi dan berenang di sungai tersebut.

Jasad bocah malang itu ditemukan Tim SAR Aceh Tenggara, di aliran sungai kawasan Kecamatan Bambel, atau lima kilometer dari lokasi korban dan teman-temannya mandi dan berenang.

Kepala Basarnas Aceh, Budiono didampingi Koordinator Pos SAR Aceh Tenggara, Budi Perdana Yandri, kepada Serambi, Sabtu (10/7/2021) mengatakan, begitu menerima informasi itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh langsung memerintahkan tim rescue Pos SAR Kutacane bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

“Korban sudah ditemukan dengan kondisi tak bernyawa. Jasad korban ditemukan sekitar lima kilometer dari lokasi korban terseret arus Sungai Alas. Kini jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarganya di Desa Prapat Hulu, Kecamatan Babussalam,” jelasnya.

Menurut Budiono, saat kejadian korban dan teman-temannya sedang berenang di Sungai Lawe Alas, Desa Perapat Hulu, Kecamatan Babussalam, persis di belakang pajak hewan. Dikatakan, korban saat itu sedang berenang dan hendak menyeberangi Sungai Alas. “Tiba-tiba korban hanyut terbawa arus. Tim Pos SAR Kutacane yang jumlah  personil 7 bergerak ke lokasi menelusuri Sungai Lawe Alas di daerah itu dengan menggunakan satu unit rescue carrier dan satu unit LCR. Dalam pencarian itu melibatkan juga unsur BPBD Aceh Tenggara, Satgas SAR Agara Rescue,TNI, Polri dan masyarakat,” terangnya.

Koordinator Pos SAR Aceh Tenggara, Budi Perdana Yandri mengatakan, saat ditemukan, jasad Rio Wahyu (11) dalam posisi telungkup di bawah Jembatan Pedesi--5 kilometer dari lokasi korban hanyut.

Dikatakan, korban terseret arus ketika hendak menyeberang Sungai Alas. Saat itu air Sungai Alas sangat keruh dan deras, akibat hujan deras di wilayah hulu. “Diduga korban hanyut karena tak mampu melawan derasnya arus sungai,” ujarnya.

Sementara teman-teman korban yang melihar Rio Wahyu hanyut langsung memberi tahu warga. Warga pun langsung melakukan pencarian bersama tim gabungan. “Tak lama kemudian, korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia,” tandas Budi Perdana Yandri.(as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved