Breaking News:

Berita Abdya

Abrasi Kembali Landa Pantai Jilbab Susoh

Gelombang pasang itu terjadi sekira Pukul 05.00 WIB hingga Pukul 8.00 WIB. Akibatnya, ada tujuh cafee milik warga di Pantai Jilbab rusak. 

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Sejumlah pondok rusak akibat abrasi yang melanda pesisir Pantai Jilbab, Kecamatan Susoh, Senin (12/7/2021) 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Abrasi kembali melanda pesisir Pantai Jilbab,  Kecamatan Susoh Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (12/7/2021). 

Pantai Jilbab memang merupakan langganan abrasi karena hampir setiap tahunnya selalu terjadi. 

Bahkan, pada akhir Mei 2020 lalu ada belasan rumah di Gampong Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (21/5/2020), rusak parah akibat dihantam gelombang pasang yang melanda kawasan tersebut. 

Informasi yang diperoleh, gelombang pasang itu terjadi sekira Pukul 05.00 WIB hingga Pukul 8.00 WIB. Akibatnya, ada tujuh cafee milik warga di Pantai Jilbab rusak. 

“Tapi pondok yang paling parah, ada tiga unit,” ujar Karnofi, salah seorang pemilik cafe. 

Ia menyebutkan, kejadian gelombang pasang itu terjadi sekira Pukul 05:00 WIB. Gelombang pasang dengan ketinggian mencapai 3 meter itu, mengakibatkan beberapa pondoknya yang dibangun secara permanen pun ikut rusak.

“Memang dari beberapa hari lalu uda nampak, tapi subuh puncaknya hingga pagi hari,” ungkapnya.

Baca juga: VIDEO - Minta Warung Tutup di Masa PPKM, Kapolsek Pulogadung Kasih Uang Ganti Untung ke Pedagang

Baca juga: Tertimpa Tiang Besi Saat Pembongkaran Tower Dekat Rumahnya, Bocah Asal Asahan Patah Tangan dan Kaki

Baca juga: VIDEO - Viral Pria Bertato Keringat Dingin saat di Vaksinasi Covid-19

Ia berharap kepada pemerintah segera membangun tanggul atau breakwater, sehingga mereka tidak menjadi langganan abrasi.

“Dulu di stu kita bangun, karena sering terkena air pasang, makanya kita pindah ke sini, tapi juga kenak. Kami meminta agar breakwater ini dibangun secepatnya,” pintanya. 

Pantau Serambinews.com, akibat abrasi itu bukan saja merusak beberapa pondok milik warga, tapi sejumlah boat yang sebelumnya berada di pinggir pantai sedang direnovasi dan dibikin baru itu, harus ditarik ke darat, agar tak diserat air laut. 

Penarikan boat ke darat dan jauh dari gelombang laut itu, menggunakan satu alat berat excavator.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved