Breaking News:

Video

VIDEO Efek Vaksinasi Covid-19 tak Berbahaya | Wawancara Khusus Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Aceh

Di Aceh, hingga 9 Juli masyarakat yang sudah tervaksin dosis pertama 490.407 orang dan vaksin dosis kedua 180.791.  

Penulis: Hendri Abik | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Hendri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Indonesia merencanakan pemberian vaksin kepada 181,5 juta warga atau sekitar 70 persen dari total populasi penduduk secara bertahap.  

Hingga kini, jumlah yang sudah divaksin pertama baru sekitar 36.193.076 jiwa dan vaksin dosis kedua 14.969.330 jiwa sesuai data yang dirilis Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) per 10 Juli.  

Sementara di Aceh, hingga 9 Juli masyarakat yang sudah tervaksin dosis pertama 490.407 orang dan vaksin dosis kedua 180.791.  

Jumlah ini tentu masih sedikit jika dibandingkan total sasaran vaksinasi Aceh sebesar 4.125.417 jiwa.  

Pemerintah Aceh menyampaikan, bahwa vaksinasi Covid-19 tidak berbahaya, namun sebagian masyarakat di Aceh tetap masih ragu mengikuti vaksin.  

Apa penyebab masyarakat enggan vaksin, berbahayakah jika tubuh kita disuntuk vaksin Sinovac?  

Lalu, apakah benar sertifikat vaksin akan menjadi 'kartu wajib' layaknya kartu tanda penduduk (KTP)?  

Berikut wawancara khusus Jurnalis Serambi Indonesia, Subur Dani dan Videografer SerambionTV, Hendri dengan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG.  

Narator: Ilham
Video Editor: Hari Mahardhika

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved