Breaking News:

Pajak Perusahaan Merugi

Perusahaan yang Merugi Juga Bakal Ditarik Pajak, Pengamat Anggap Positif Rencana Pemerintah Ini

"Ini akan berdampak positif bagi upaya melawan penghindaran pajak, khususnya melalui skema rugi fiskal....

Editor: Eddy Fitriadi
kompas.com
Menkeu RI Sri Mulyani. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI akan menarik pajak korporasi atau wajib pajak (WP) badan yang merugi dengan skema alternative minimum tax (AMT).  

Namun, mengutip dari studi yang dilakukan oleh Aslam dan COelho pada tahun 2021 atas penerapan AMT di 50 negara, terlihat bahwa kenaikan tarif pajak efektif sebesar 1,6% dari WP Badan. 

“Artinya, AMT berhasil mengurangi pola underpayment of tax yang biasanya timbul akibat penghindaran pajak,” jelas Darussalam. 

Akan tetapi, Darussalam kemudian mengingatkan bahwa pemerintah perlu mengantisipasi bahwa skema pajak minimum ini bisa menciptakan skema tax planning baru, yaitu skema perencanaan pajak yang kemudian didesain agar beban pajak perusahaan menghasilkan beban sebesar 1% dari penghasilan bruto. 

Untuk itu, ia mengimbau penerapan AMT harus dijalankan ketika segala macam ketentuan anti penghindaran pajak sudah dijalankan, seperti specific anti avoidance rule (SAAR) maupun general anti-avoidance rule (GAAR).

Dalam Naskah Akademik (NA) RUU KUP ini pun juga sudah dijelaskan oleh pemerintah bahwa GAAR berperan dalam menciptakan keadilan horizontal dengan cara memastikan WP yang memiliki kondisi sama menanggung beban pajak yang serupa. Hal ini terlepas dari skema transaksi yang digunakan.

“Barulah ketika lolos dr pengujian melalui SAAR dan GAAR, AMT bisa diterapkan untuk menjamin adanya pembayaran pajak minimum,” pungkas Darussalam.(*) 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Pemerintah tarik pajak dari perusahaan yang merugi, ini kata pengamat"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved