Breaking News:

Luar Negeri

Afrika Selatan Cheos Bak Medan Perang, Toko dan Gudang Jadi Sasaran Penjarahan, 72 Orang Meninggal

Sejumlah Toko dan gudang di Afrika Selatan jadi sasaran penjarah pada hari Selasa (13/7/2021) dalam kekacauan di hari kelima berturut-turut.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
RAJESH JANTILAL / AFP
Asap mengepul dari gedung Makro yang dibakar semalam di Umhlanga, utara Durban, pada 13 Juli 2021 ketika beberapa toko, bisnis, dan infrastruktur rusak di kota itu, menyusul empat malam kekerasan dan penjarahan yang berlanjut yang dipicu oleh pemenjaraan mantan Presiden Jacob Zuma. Kerusuhan meletus terakhir pada 9 Juli setelah Zuma mulai menjalani hukuman 15 bulan karena menolak penyelidikan korupsi yang menodai sembilan tahun kekuasaannya. 

SERAMBINEWS.COM – Negara Afrika Selatan dilanda kerusuhan yang mematikan dalam beberapa hari terakhir.

Menjadikan negara tersebut bak medan perang yang menegangkan.

Sejumlah Toko dan gudang di Afrika Selatan jadi sasaran penjarahan pada hari Selasa (13/7/2021) dalam kekacauan di hari kelima berturut-turut.

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa telah mengerahkan pasukan untuk meredam kerusuhan yang telah menewaskan sedikitnya 72 orang.

Protes warga dipicu oleh penahanan mantan Presiden Jacob Zuma pekan lalu, telah meluas menjadi penjarahan dan amukan warga bak medan perang yang belum pernah terjadi sejak berakhirnya rezim apartheid, 27 tahun silam.

Penduduk yang tidak puas melemparkan batu saat mereka menghadapi petugas polisi di pintu masuk mal yang sebagian dijarah di Vosloorus, pada 13 Juli 2021. Toko-toko di dua provinsi Afrika Selatan telah dijarah untuk hari kelima berturut-turut
Penduduk yang tidak puas melemparkan batu saat mereka menghadapi petugas polisi di pintu masuk mal yang sebagian dijarah di Vosloorus, pada 13 Juli 2021. Toko-toko di dua provinsi Afrika Selatan telah dijarah untuk hari kelima berturut-turut (MARCO LONGARI / AFP)

Baca juga: Kerusuhan di Afrika Selatan Tewaskan 72 Orang, Massa Protes Mantan Presiden Jacob Zuma Dipenjara

Baca juga: China Gembar-gemborkan Perannya Dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Timur Tengah dan Afrika

Kemiskinan di negara itu diperburuk oleh pembatasan sosial dan ekonomi yang ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Para pejabat keamanan mengatakan pemerintah sedang bekerja untuk menghentikan meluasnya kekerasan dan penjarahan.

Kerusuhan telah menyebar dari provinsi KwaZulu-Natal ke Johannesburg, provinsi Gauteng, dan ke Durban.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (14/7/2021), lebih dari 1.200 orang telah ditangkap di dua provinsi, di mana sebuah stasiun radio komunitas digeledah dan dipaksa mengudara pada hari Selasa dan beberapa pusat vaksinasi COVID-19 ditutup.

Baca juga: Permata Afrika Selatan Pemicu Kerusuhan, Ternyata Kuarsa, Bukan Berlian

Angkatan bersenjata mengirim 2.500 tentara untuk membantu polisi yang kewalahan. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved