Breaking News:

Salam

Ini Peluang Mengabdi Bagi Dokter dan Perawat Muda?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, Indonesia saat ini kekurangan sekitar 3.000 dokter dalam menghadapi lonjakan serangan virus Corona

Editor: bakri
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, Indonesia saat ini kekurangan sekitar 3.000 dokter dalam menghadapi lonjakan serangan virus Corona. Di saat yang sama, negeri ini juga membutuhkan sekitar 16 ribu hingga 20 ribu orang perawat. “Pemerintah sedang mencari cara untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan tersebut,” katanya.

Budi menyampaikan, ada sekitar 3.900 orang dokter yang akan selesai magang tahun ini. Pemerintah rencananya akan mempersiapkan para dokter muda itu untuk langsung ikut menangani pandemi Covid-19. 

Sementara untuk urusan perawat, pemerintah akan mempercepat kelulusan peserta didik di sekolah keperawatan. Pemerintah akan merekrut perawat-perawat yang sudah lulus dan sudah mengantongi sertifikasi. “Kita sudah mempersiapkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga perawat yang sudah lulus sekolahnya, sudah lulus juga uji kompetensi, dan (yang) masih di tingkat akhir. Atas instruksi Bapak Presiden, kita akan bicara dengan Bapak Menteri Pendidikan, bagaimana bisa menggerakkan perawat-perawat ini lebih cepat masuk ke praktik,” ujarnya.

Di saat yang sama, pemerintah memastikan tenaga kesehatan yang sudah ada tetap sehat. Untuk itu pemerintah akan segera menyuntik vaksin Moderna yang memiliki efikasi hingga 94 persen sebagai suntikan ketiga bagi para dokter, perawat, dan bidan.

“Kami di sini sangat prihatin dan akan terus memperhatikan kesehatan perawat, dokter, dan bidan. Rencananya akan sesegera mungkin sesudah kita finalkan diskusi dengan asosiasi dokter, perawat, bidan, (kita akan) melakukan vaksinasi ketiga dengan Moderna bagi mereka. Ini akan dilakukan secepat-cepatnya untuk melindungi mereka sebagai salah satu garda terdepan kita yang harus kita lindungi,” ujarnya.

Kita tahu, saat ini Indonesia menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Keterisian berbagai rumah sakit, khususnya di Jawa dan Bali, penuh karena harus merawat pasien Covid-19 yang terus bertambah. Agar kasus positif Covid-19 ini tidak terus melonjak, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali. Dan, Banda Aceh merupakan salah satu kota luar Jawa-Bali yang harus menerapkan PPKM yang diperketat itu. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan mobilitas warga sehingga penularan bisa dicegah.

Bagi tenaga kesehatan Indonesia, khususnya dokter, hari-hari ini mereka mengalami tantangan dan keadaan yang sangat sulit. Seorang pengamat mengatakan, keadaan tersulit, sepanjang sejarah kedokteran Indonesia, paling tidak sejak krisis multidimensi tahun 1997.

Hal ini tidak saja terkait dengan BPJS yang defisit dan mengubah pola praktik dokter yang harus merasakan sulitnya keuangan dengan berbagai dampaknya. Keadaan itu belum pulih, kemudian dihantam kondisi yang sangat berat dengan adanya pandemi Covid-19.

Sejak kasus pertama terdeteksi di Indonesia pada 20 Maret 2020, menurt Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat, virus Corona sudah  memakan banyak korban, termasuk dari tenaga kesehatan. Sedikitnya, ada 374 dokter di seluruh Indonesia meninggal dunia dalam kondisi positif terinfeksi Covid-19.

Dan, sampai akhir Juni 2021, ada 325 perawat yang meninggal juga karena Covid. Jumlah itu belum termasuk bidan, apoteker, petugas laboratorium, dan lainnya. Jumlah yang meninggal dari kelompok ini juga mencapai ratusan orang.

Di sisi lain, kekurangan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di daerah terpencil merupakan permasalahan yang belum menemukan solusi. Jumlah tenaga kesehatan yang ada tidak sebanding dengan luas daerah dan jumlah penduduk yang ada. Tenaga kesehatan harus berjuang untuk melakukan pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Solusi yang kerap diterapkan hanya bersifat sementara.

Dan, dengan kesulitan yang dihadapi sekarang, kita berharap pemerintah benar-benar mengatasinya secara permanen dengan membuka perekrutan dokter, perawat, bidan dan, nakes lainnya sesuai kebutuhan, sehingga layanan kesehatan masyarakat ke depannya menjadi lebih baik.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved