Breaking News:

Idul Adha 1442 H

Orang Meninggal Tak Bisa Lagi Beribadah, Sampaikah Pahala Kurban Atas Namanya? Ini Penjelasan UAS

Menurut mazhab Syafi’i, dalam tulisan UAS, tidak boleh berkurban untuk orang lain tanpa seizinnya. Begitu juga bagi orang yang sudah meninggal dunia,

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Youtube Ustadz Abdul Somad Official
Orang Meninggal Tak Bisa Lagi Beribadah, Sampaikah Pahala Kurban Atas Namanya? Ini Penjelasan UAS. 

Artinya: "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."

Besarnya keutamaan dan pahala kurban membuat banyak umat muslim berlomba-lomba untuk menunaikan ibadah sunnah ini pada setiap lebaran Idul Adha.

Lantas bagaimana dengan kurban untuk orang yang sudah meninggal?

Apakah pahalanya tetap sampai pada mereka, sementara diketahui bahwa orang sudah meninggal semua amalnya sudah terputus kecuali tiga perkara.

Yakni ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan doa dari anak sholeh.

Soal hukum berkurban untuk orang yang telah meninggal ini sebenarnya sudah pernah dibahas oleh pendakwah nasional Ustadz Abdul Somad atau UAS, baik secara tertulis di laman blog UAS maupun dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Bujang Hijrah.

Baca juga: Dzulhijjah 1442 Hampir Tiba, Kapan Puasa Tarwiyah & Arafah? Kapan Pula Haram Puasa? Simak Ulasan UAS

Berikut penjelasan UAS sebagaimana dirangkum Serambinews.com, Rabu (7/7/2021).

Hukum kurban untuk orang yang sudah meninggal

Seperti ditulis UAS di halamannya somadmorocco.blogspot.com, ada ikhtilaf ulama mengenai hukum menyembelih kurban untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Menurut mazhab Syafi’i, dalam tulisan UAS, tidak boleh berkurban untuk orang lain tanpa seizinnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved