Breaking News:

Berita Abdya

Tanaman Padi Berumur 1 Bulan diserang Tikus, Petani di Abdya Terpaksa Kembali Bajak Sawah Kembali

Padahal, lahan sawah yang mencapai delapan hektare itu, sudah mulai berumur satu bulan lebih, bahkan ada yang mendekati masa panen.

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Traktor 4WD kembali membajak sawah lantaran diserang tanaman padi hama tikus, Rabu (14/7/2021), di Gampong Tengah dan Padang, Kecamatan Manggeng, Abdya. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Puluhan petani di Gampong Tengah dan Gampong Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali membajak sawahnya lantaran tanaman padi yang sudah ditanam diserang hama tikus. 

Padahal, lahan sawah yang mencapai delapan hektare itu, sudah mulai berumur satu bulan lebih, bahkan ada yang mendekati masa panen.

Namun akibat ganasnya serangan hewan pengerat tersebut membuat tanaman padi rusak sehingga petani harus membajak kembali sawah mereka.

Selain diserang tikus, serbuan burung pipit juga ikut menggerogoti malai padi yang mulai berisi.

Untuk mengantisipasi burung pipit tersebut, petani terpaksa membuat berbagai macam umbul-umbul untuk mengusir pipit yang kerap meresahkan tersebut.

"Kali ini, tanaman padi petani banyak yang terancam gagal panen karena diserang hama tikus dan juga burung pipit,” kata Darwis, petani setempat.

Baca juga: VIDEO Hama Tupai Meresahkan Petani, Puluhan Penembak Didatangkan ke Aceh Utara

Baca juga: Puluhan Penembak Kendalikan Hama Tupai yang Meresahkan Petani di Aceh Utara

Baca juga: Digerogoti Hama Tikus, Puluhan Hektare Tanaman Padi di Mane Gagal Panen

“Lahan yang terserang tikus langsung dibajak kembali menggunakan traktor untuk ditanami kembali dengan bibit baru," lanjut Darwis.

Darwis mengaku, sudah mencoba menggunakan berbagai macam obat untuk membasmi atau mengusir tikus agar tidak terus menggigit serta mematahkan tanamam padi miliknya.

Namun upaya itu sia-sia, justru serangan binatang pengerat tersebut semakin ganas dan menjadi-jadi hingga tanamannya tak dapat dipertahankan lagi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved