Breaking News:

Berita Kutaraja

Dua Tahun Keberangkatan Haji Ditunda Akibat Virus Corona, 60 Warga Aceh Tarik Setoran Haji

Sebanyak 45 di antaranya melakukan penarikan pada tahun 2020, dan 15 orang jamaah melakukan penarikan pada tahun 2021.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kakanwil Kemenag Aceh, Dr Iqbal mempersilakan para calon jamaah haji untuk menarik kembali setoran hajinya. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Akibat pembatalan keberangkatan haji dalam dua tahun terakhir, sebanyak 60  calon jamaah haji asal Aceh menarik kembali setoran pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah  Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh dari total jamaah yang mengambil kembali setoran pelunasan Bipih.

Sebanyak 45 di antaranya melakukan penarikan pada tahun 2020, dan 15 orang jamaah melakukan penarikan pada tahun 2021.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Dr H Iqbal, SAg, MAg kepada Serambinews.com, Kamis (15/7/2021), mengatakan, penarikan setoran pelunasan Bipih tidak menghilangkan nomor antrian calon jamaah.

"Kalau yang diambil setoran pelunasan tidak berpengaruh pada antriannya, artinya dia tetap masuk dalam jadwal pemberangkatan tahun berikutnya,” jelas Kakanwil Kemenag.

“Namun, jika yang ditarik kembali setoran awal maka itu akan menghilangkan porsi, dan jika ingin berangkat haji harus mendaftar ulang, serta harus mengantri kembali," lanjut Iqbal.

Baca juga: Arab Saudi Siap Menerima Jamaah Haji 2021, Tempat-tempat Suci Telah Dipersiapkan 

Baca juga: Ibadah  Haji dan Kurban ; Transformasi Nilai Sosial

Baca juga: Gubernur Mekkah Luncurkan Kartu Pintar Haji Pertama, Bakal Tercatat Dalam Sejarah Pelayanan Haji

Iqbal mengatakan, jamaah bisa menarik kembali setoran awal maupun setoran pelunasan dengan membuat pengajuan ke Kankemenag kabupaten/kota masing-masing sesuai dengan alamat KTP jamaah tersebut.

"Ini merupakan hak para jamaah, jika ingin mengambil kembali juga boleh akan dilayani dengan sebaik-baiknya dan juga uang jamaah dijamin kembali seratus persen," ujarnya. 

"Jika tidak diambil juga negara menjamin keamanan dana yang disetor jamaah, tidak perlu khawatir, dan jangan terpengaruh hoaks yang beredar di media sosial," tambah Iqbal.

Dia menjelaskan, pemerintah telah membatalkan pemberangkatan jamaah ke Tanah Suci pada tahun 2021 dengan menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 Masehi. 

KMA tersebut kemudian diperkuat dengan keputusan Arab Saudi yang menyatakan bahwa ibadah haji tahun ini hanya dilaksanakan oleh 60.000 jamaah yang berasal dari Arab Saudi dan ekspatriat.

"Dua negara mengambil keputusan yang sama dengan mengedepankan keamanan dan kesehatan jamaah,” paparnya.

Baca juga: Terkait Batal Haji 2021, Begini Kata Kakankemenag Aceh Jaya

Baca juga: Arab Saudi Sebut Pembatasan Musim Haji 2021 Luar Biasa, Varian Baru Virus Corona Terus Bermunculan

Baca juga: Arab Saudi Umumkan 1.338 Kasus Baru Virus Corona dan 16 Kematian dan Lokasi Vaksin Calon Jamaah Haji

“Kita berdoa semoga Covid-19 segera menghilang dan ibadah haji dapat terlaksana kembali seperti tahun-tahun sebelumnya," ucap Kakanwil Kemenag Aceh.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved