Breaking News:

Kerusuhan di Afrika Selatan: Polisi Ikut Menjarah saat Penggeledahan Toko dan Gudang

Polisi di Afrika Selatan tertangkap basah menjarah barang-barang saat penggeledahan toko dan gudang berlanjut hingga hari kelima.

Editor: Amirullah
MARCO LONGARI / AFP
Terduga penjarah ditahan oleh petugas keamanan swasta bersenjata yang mencari penjarah, di dalam mal yang banjir di Vosloorus, pada 13 Juli 2021. Toko-toko di dua provinsi Afrika Selatan dijarah selama lima hari berturut-turut. 

SERAMBINEWS.COM - Kerusuhan di Afrika Selatan berujung pada penjarahan barang di pertokoan.

Polisi di Afrika Selatan tertangkap basah menjarah barang-barang saat penggeledahan toko dan gudang berlanjut hingga hari kelima.

Kekhawatiran akan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan Covid-19 semakin memuncak akibat kerusuhan sejak Jumat (9/7/2021).

Rekaman menunjukkan orang-orang menghampiri seorang pria yang mengenakan jaket polisi di samping mobil yang diisi dengan perlengkapan rumah tangga, termasuk roti, susu, dan minyak goreng.

“Ini adalah seorang petugas polisi, berseragam, menjarah ... Ini adalah SAPS kami (Layanan Polisi Afrika Selatan), teman-teman,” kata wanita dalam rekam tersebut.

Baca juga: VIDEO Kerusuhan di Afrika Selatan Tewaskan 72 Orang, Massa Protes Mantan Presidennya Dipenjara

Video kedua dari wanita yang sama menunjukkan terduga petugas lain yang berpakaian preman berusaha menyembunyikan wajahnya dari kamera, setelah dia diseret keluar dari mobilnya oleh penduduk setempat.

Kendaraannya saat itu penuh dengan barang-barang yang diduga hasil jarahan, termasuk televisi layar datar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email “Dia telah menjarah, dia telah mengancam hidup kita dengan senjata api, dan ini semua keluar dari mobilnya,” kata wanita itu sambil merekam benda-benda di tanah di samping bagasi mobil yang terbuka.

Kerusuhan di Afrika Selatan pertama kali meletus Jumat lalu (9/7/2021) setelah mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mulai menjalani hukuman 15 bulan.

Baca juga: Afrika Selatan Cheos Bak Medan Perang, Toko dan Gudang Jadi Sasaran Penjarahan, 72 Orang Meninggal

Dia dituntut terkait penghinaan terhadap hukum, setelah menolak penyelidikan atas korupsi yang menodai sembilan tahun kekuasaannya.

Tetapi pelanggaran hukum yang terjadi tampaknya tak memiliki motivasi politik.

Baku tembak geng terjadi di jalan-jalan, orang-orang mengantri di mobil mereka untuk menjarah gudang dan mal.

Sementara petani kulit putih membentuk milisi untuk mempertahankan properti mereka.

Warga yang taat hukum terlihat pagi ini berbaris di luar sebuah supermarket di Hillcrest di KwaZulu-Natal.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved