Breaking News:

Kerusuhan di Afrika Selatan: Polisi Ikut Menjarah saat Penggeledahan Toko dan Gudang

Polisi di Afrika Selatan tertangkap basah menjarah barang-barang saat penggeledahan toko dan gudang berlanjut hingga hari kelima.

Editor: Amirullah
MARCO LONGARI / AFP
Terduga penjarah ditahan oleh petugas keamanan swasta bersenjata yang mencari penjarah, di dalam mal yang banjir di Vosloorus, pada 13 Juli 2021. Toko-toko di dua provinsi Afrika Selatan dijarah selama lima hari berturut-turut. 

Seorang wanita, bersiap untuk berkendara 20 menit melintasi Durban untuk mengunjungi keluarganya.

Kepada BBC, dia mengaku khawatir mungkin tidak bisa sampai di sana karena blokade yang muncul di sepanjang jalan raya utama.

"Saya sangat takut," kata wanita yang meminta tidak disebutkan namanya itu kepada penyiar.

“Ini benar-benar terasa seperti berada di zona perang dengan tembakan, api dan asap membumbung di mana-mana selama dua hari terakhir.”

Seorang warga lain, yang juga menolak disebutkan namanya, mengatakan kepada BBC bahwa mereka harus duduk dan menonton penjarahan, berharap para pelaku tidak menyerang rumah mereka.

Logistik terancam

Penjarahan yang menghantam rantai pasokan dan jaringan transportasi di wilayah Johannesburg dan provinsi tenggara KwaZulu-Natal, mengirimkan gelombang kejutan pada distribusi barang dan jasa di seluruh negeri.

Di kota pelabuhan Durban, orang-orang mulai mengantri di luar toko makanan dan di pom bensin sejak pukul 4 pagi, ketika jam malam Covid-19 berakhir.

Malam sebelumnya, kilang terbesar di negara itu, Sapref, menyatakan keadaan darurat di luar kendalinya dan menutup pabriknya di Durban.

Keputusan itu menutup sepertiga pasokan bahan bakar Afrika Selatan.

Perusahaan itu mengatakan kilang itu “ditutup sementara... karena kerusuhan sipil dan gangguan rute pasokan masuk dan keluar dari KwaZulu-Natal.”

Beberapa pengecer bahan bakar telah mulai menjatah penjualan, sementara yang lain mulai kehabisan.

"Tidak dapat dihindari bahwa kita akan mengalami kekurangan bahan bakar dalam beberapa hari atau minggu ke depan," kata Layton Beard, juru bicara Asosiasi Otomotif Afrika Selatan.

Di luar cabang supermarket populer di wilayah Eastman, Durban utara, sekitar 400 orang mulai mengantre untuk membeli makanan, beberapa jam sebelum toko itu akan dibuka.

Bonang Mohale rektor Universitas Negara Bebas dan profesor studi bisnis dan ekonomi memperingatkan, kondisi saat ini dapat secara serius membahayakan ketahanan energi dan ketahanan pangan Afrika Selatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kerusuhan Afrika Selatan: Polisi Tertangkap Basah Ikut Menjarah Barang-barang"

BACA BERITA LAINNYA

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved