Breaking News:

Berita Simeulue

Oknum Keuchik dan Aparat Desa di Simeulue Ditahan Polisi, Diduga Selewengkan Dana Desa Ratusan Juta

Oknum kepala desa atau keuchik bersama tiga aparat desa terdiri dari sekretaris desa (sekdes), bendahara dan ketua TPK di Simeulue, ditahan polisi.

Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/ SARI MULIASNO
Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo (tengah), didampingi Waka Polres dan Kasat Reskrim Polres Simeulue, merilis tersangka dan barang bukti dugaan tindak korupsi dana desa di Kabupaten Simeulue, Kamis (15/7/2021). 

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Oknum kepala desa atau keuchik bersama tiga aparat desa yang terdiri dari sekretaris desa (sekdes), bendahara desa, dan ketua TPK di Simeulue, ditahan polisi.

Para aparatur gampong tersebut ditahan lantaran diduga telah menyalahgunakan wewenangnya selaku aparat desa dalam mengelola dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019.

Selain empat aparat desa, seorang pemilik toko bangunan di Sinabang juga turut ditahan dalam kasus yang sama dengan aparat desa tersebut.

Saat ini, kelima tersangka sudah diamankan di tahanan Mapolres Simeulue.

Dalam rilis kasus tersebut di Mapolres Simeulue, satu orang tersangka tidak dapat dihadirkan lantaran sedang sakit.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo, yang turut didampingi Waka Polres, dan Kasat Reskrim, dalam jumpa pers di Mapolres Simeulue menyebutkan, bahwa lima tersangka itu diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019.

Baca juga: Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Tahan Empat Oknum Aparat Desa di Simeulue

Baca juga: Gubernur Minta Dana Desa untuk Tuntaskan Pembangunan Desa dan Sejahterakan Warga

Baca juga: Pemerintah Beri Relaksasi Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa

Dari perbuatan para tersangka tersebut, total kerugian Negara diperkirakan sebesar Rp 537 juta lebih.

Kapolres Simeulue mengatakan, para tersangka dalam kasus tersebut yakni Mrn (41), jabatan sebagai kepala desa, dan AN (32), sebagai bendahara desa.

Kemudian, JH (47), selaku sekretaris desa, dan RI (45), selaku ketua TPK desa, serta SA (41), sebagai pemilik toko bangunan.

Para tersangka diancam dengan hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved