Breaking News:

Info Singkil

Sah! Pemkab Aceh Singkil Miliki Unit Metrologi Legal, untuk Perlindungan Konsumen

Unit Metrologi Legal bertugas melakukan tera dan tera ulang, dalam upaya melindungi konsumen dan memastikan barang-barang memenuhi standar dimensi...

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Singkil, Faisal memantau timbangan kelapa sawit, Sabtu (7/11/2020). 

Unit Metrologi Legal bertugas melakukan tera dan tera ulang, dalam upaya melindungi konsumen dan memastikan barang-barang memenuhi standar dimensi dan kualitas yang telah ditetapkan.

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, resmi memiliki Unit Metrologi Legal (UML).

UML tersebut berada di bawah Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Aceh Singkil.  

Sehingga dalam melakukan tera dan tera ulang timbangan serta mesin stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sudah bisa dilakukan mandiri.

Selama ini, harus bekerjasama dengan Balai Standarisasi Metrologi Legal (BSML) Regional I Medan. 

"Sudah sah memiliki UML," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Aceh Singkil Faisal, Rabu (14/7/2021).

Untuk mulai bekerja sebut Faisal, tinggal menunggu Peraturan Bupati (Perbup) yang sedang disusun bagian hukum.

Baca juga: Seruan Forkopimda Bireuen: Takbiran Idul Adha Wajib Patuhi Protokol Kesehatan, Lakukan Puasa Arafah

Unit Metrologi Legal bertugas melakukan tera dan tera ulang, dalam upaya melindungi konsumen dan memastikan barang-barang memenuhi standar dimensi dan kualitas yang telah ditetapkan.

Sementara itu metrologi legal adalah metrologi yang mengelola satuan-satuan ukuran, metoda-metoda pengukuran, dan alat-alat ukur yang menyangkut persyaratan teknik dan peraturan berdasarkan Undang-Undang yang bertujuan melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran.

Selain melindungi konsumen, keberadaan Unit Metrologi Legal berpotensi sumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Aceh Singkil sekitar Rp 50 juta per tahun.

PAD tersebut diperoleh dari retribusi pemilik timbangan dan SPBU, saat dilakukan tera ulang untuk mengukur keakuratan timbangan atau liter.

Faisal mengatakan, dengan terbentuknya UML sudah ada daerah yang meminta kerjasama.

"Subulussalam sudah minta kerjasama sama," ujar Faisal.

Kabupaten Aceh Singkil, semasa kepemimpinan Bupati Dulmusrid, telah membeli peralatan kemetrologian serta melatih dua pegawai untuk menjadi tenaga ahli tera. 

Kebijakan itu dinilai langkah tepat, dalam menggali sumber PAD serta melindungi warga. (*) 

Baca juga: Pandemi Berlanjut, Akankah Pendidikan Kritis?

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved