Breaking News:

Jurnalisme Warga

Gerakan Safari Subuh Mengaji ala Pemkab Bireuen

shalat Subuh menjadi hal yang begitu berat untuk dilakukan, apalagi shalat Subuh berjamaah

Editor: bakri
Gerakan Safari Subuh Mengaji ala Pemkab Bireuen
FOR SERAMBINEWS.COM
M. ZUBAIR, S.H., M.H., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Pemkab Bireuen, melaporkan dari Bireuen

OLEH M. ZUBAIR, S.H., M.H., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Pemkab Bireuen, melaporkan dari Bireuen

“Barang siapa yang melaksanakan shalat Isya secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam, dan barang siapa yang melaksanakan shalat subuh berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR Muslim)

Hadis Rasulullah yang diriwayatkan Imam Muslim tersebut menunjukkan betapa besar nilai shalat Subuh yang dilakukan secara berjamaah. Namun, shalat Subuh menjadi hal yang begitu berat untuk dilakukan, apalagi shalat Subuh berjamaah. Terkadang, sebagian orang melewati waktu yang penuh berkah itu karena sulit bangun tidur pagi walaupun shalat Subuh merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap umat Islam.

Dalam rangka menggerakkan semangat shalat Subuh berjamaah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen sejak dinakhodai Bupati Dr  Muzakkar A Gani MSi sampai kini selalu melaksanakan Safari Subuh Mengaji pada setiap Jumat subuh di masjid-mesjid dalam Kabupaten Bireuen.

Safari Subuh Mengaji (SSM) yang dilaksanakan Pemkab Bireuen dengan mengikutsertakan semua kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Bireuen setiap Jumat subuh bergerak menembus kegelapan dan dinginnya udara pagi menyusuri jalan ke masjid-masjid yang dikunjungi.

Berdasarkan data dari Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, di kabupaten penghasil jajanan keripik pisang itu terdapat 185 masjid yang tersebar di 17 kecamatan. Dari 185 masjid yang ada sampai dengan Jumat tanggal 9 Juli 2021 sudah dikunjungi Tim SSM Pemkab Bireuen tercatat 120 masjid. Kunjungan tim SSM tersebut akan terus dilaksanakan ke semua masjid  sampai ke pelosok-pelosok desa dalam Kabupaten Bireuen. Tujuannya tak lain, untuk menggalakkan shalat Subuh berjamaah dan untuk mempererat ukhuwah islamiah antara pemerintah dengan masyarakat.

SSM ini juga mengikutsertakan seorang ustaz untuk memberi tausiah kepada jamaah di lingkungan masjid yang dikunjungi yang berbaur dengan peserta Tim SSM Pemkab Bireuen.

Selesai shalat Subuh dan tausiah, dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama di tempat yang telah disiapkan oleh pengurus masjid yang dikunjungi.

Kebersamaan yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat pada setiap pagi Jumat itu juga dapat meningkatkan hubungan ukhuwah islamiah sesama muslim. Kebersamaan dalam bingkai ukhuwah islamiah kerap terlihat setelah sarapan pagi para jamaah masyarakat setempat duduk bersama memanfaatkan waktu sejenak untuk berdiskusi tentang pembangunan desa dan hal-hal lain yang dianggap perlu untuk meningkatkan pembangunan dan kesejaheteraan masyarakat. Selain itu, kebersamaan yang dibangun Pemkab Bireuen dengan masyarakatnya melalui kegiatan gerakan SSM juga dapat meningkatkan disiplin masyarakat terhadap kewajiban shalat tepat waktu. Apabiala shalat Subuh telah dapat dilakukan tepat waktu insyaallah shalat-shalat fardu lainnya akan mudah dilaksanakan tepat waktu.

Apabila displin dalam melakukan shalat Subuh berjamaah berati kita telah memulai kehidupan harian lebih awal, dan apabila benar-benar disiplin menjaga waktu shalat Subuh maka banyak fadilah atau faedah yang diperoleh sebagaimana hadis Rasulullah saw, antara lain: 1) Mendapat berkah. Shalat Subuh berjamaah berpeluang untuk mendapatkan berkah dari Allah Swt. Rasulullah telah mendokan umatnya agar mendapat berkah ketika melakukan aktivitas pagi, terlebih aktivitas wajib dan juga dilaksanakan berjamaah seperti shalat Subuh. “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

2) Terbukanya pintu rezeki.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra: selepas shalat Subuh Rasulullah mendapati putrinya Fatimah tengah tertidur, maka beliau membangunkannya dan mengatakan, “Hai Fatimah bangun dan saksikanlah rezeki Rabbmu, karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.” (HR. Al Mundziri).

Firman Allah, “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat Subuh ). Sesungguhnya shalat Fajar (Subuh) itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78).

3) Mendapat cahaya yang sempurna pada hari kiamat.

Kondisi pada waktu subuh umumnya masih gelap, walau dengan penerangan listrik yang ada dan kadang-kadang minim juga. Namun, dengan adanya kondisi seperti itulah justru terdapat ganjaran yang begitu besar dan luar biasa dari Allah bagi manusia-manusia yang menuju masjid untuk melaksanakan shalat dengan cahaya yang sempurna di hari kiamat kelak.

4) Mendapatkan ganjaran shalat sepanjang malam.

Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan ra berkata; Rasulullah saw bersabda,“Barang siapa yang shalat Isya berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barang siapa yang shalat Subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim)

5) Dijanjikan masuk surga

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-asy’ari  bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain yaitu shalat Subuh dan Asar maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6) Jamaah shalat Subuh dipersaksikan oleh malaikat.

“Malaikat bergantian melihat kalian pada siang dan malam. Para malaikat itu bertemu di shalat Subuh dan shalat Asar. Kemudian yang bermalam dengan kalian naik (ke langit) dan ditanya oleh Rabb mereka, dan Dia lebih tahu keadaan hamba-hamba-Nya. Bagaimana kondisi hamba-hambaku ketika kalian tinggalkan?’ Para malaikat menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat.” (HR. Bukhari-Muslim)

7) Berpeluang mendapatkan pahala haji atau umrah bila berzikir hingga terbitnya matahari. “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah, kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah yang sempurna.” (HR. Tirmidzi)

8) Kesempatan untuk melaksanakan shalat sunah Subuh.

“Dua rakaat (shalat sunah) Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiallahu ‘anha)

9) Keselamatan dari siksa neraka.

“Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Tidak akan masuk neraka seorang yang shalat sebelum terbitnya matahari (Subuh) dan terbenamnya matahari (Asar).”(HR. Muslim)

10) Kemenangan dengan melihat Allah Taala pada hari kiamat nanti.

Dari Jarir bin Abdullah Al-Bajali Radhiallahu ‘anhu berkata, “Kami pernah duduk bersama Rasulullah, kemudian beliau melihat ke bulan di malam purnama itu, Rasulullah bersabda, ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Rabb kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan ini. Kalian tidak terhalangi melihatnya. Bila kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah’!” (HR. Bukhari-Muslim)

Semoga Gerakan Safari Subuh Mengaji yang digalakkan Pemkab Bireuen terus berjalan untuk lebih mepererat ukhuwah islamiah sesama muslim dan dapat memporelah faedah-faedah dari shalat Subuh berjamaah sebagaimana yang diungkapan dalam hadis-hadis Rasullullah saw. Amin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved