Breaking News:

Pemerintah Aceh Ternyata Telah Menggelar RUPS-LB Bank Aceh, Satu Direktur Diusul Ganti

Saya setuju usulan agar sejumlah direksi Bank Aceh Syariah diganti. Ini sebagai usaha agar bank milik daerah ini lebih maju.

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Jajaran Direksi Bank Aceh Syariah. Dari kiri, Haizir Sulaiman (Direktur Utama), Lazuardi (Direktur Operasional), Bob Rinaldi (Direktur Bisnis), Amal Hasan (Direktur Dana dan Jasa), dan Yusmal Diansyah (Direktur Kepatuhan). 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh baru-baru ini telah menggelar RUPS-LB Bank Aceh Syariah (BAS).

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa itu dilaksanakan pada Rabu (14/7/2021) kemarin di Meuligo Gubernur Aceh, dan luput dari pantauan awak media.

Rapat membahas tentang rencana perombakan jajaran direksi dan komisaris Bank Aceh. 

Informasi pelaksanaan RUPS-LB Bank Aceh ini awalnya diperoleh Serambinews.com dari Plt Bupati Bener Meriah, Dailami, Rabu lalu.

Dailami memanfaatkan pertemuan itu untuk menyampaikan aspirasi masyarakat di daerahnya tentang tapal batas Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Utara.

Namun Dailami tak sedikitpun menyinggung tentang hasil RUPS-LB Bank Aceh Syariah.

Baca juga: Pria Bersenjata Mainan Coret Pagar Istana Kerajaan sampai Pukul Polisi Wanita, Ditemukan Tewas

Baca juga: Mining Industry Indonesia (Mind Id) Buka Lowongan Kerja Terbaru, Cek Syaratnya

Baca juga: Pelamar CPNS Dokter Spesialis di Abdya Masih Kosong 

Serambinews.com baru berhasil mendapat sedikit informasi dari Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

"Iya, kemarin ada RUPS-LB, di Pendopo Gubernur Aceh," kata Aminullah menjawab Serambinews.com, Jumat (16/7/2021).

Dia juga membenarkan bahwa RUPS-LB itu untuk membahas perombakan jajaran pengurus (direksi dan komisaris) Bank Aceh.

Informasi yang diperoleh media ini sebelumnya, perombakan menyasar jajaran direksi.

Sejumlah pemegang saham mengusulkan beberapa orang agar diganti.

Hal ini terkonfirmasi dari pernyataan Bupati Aceh Barat, Ramli MS, kepada Kantor Berita Antara, Kamis (15/7/2021) seusai menghadiri RUPS-LB.

Ramli MS menyatakan sependapat dengan usulan beberapa kepala daerah selaku pemegang saham.

“Saya setuju usulan agar sejumlah direksi Bank Aceh Syariah diganti," ujarnya.

"Ini sebagai usaha agar bank milik daerah ini lebih maju dan diisi oleh pejabat yang kompeten dan profesional,” tambah Ramli MS sebagaimana dikutip dari Antara.

Ramli MS berpendapat, pejabat yang ditempatkan di Kantor Pelayanan Operasional di Banda Aceh harus diisi oleh pejabat yang lebih profesional dan memiliki keahlian di bidang pekerjaan masing-masing.

Namun siapa-siapa saja nama-nama di jajaran direksi yang diusul diganti, Ramli tak menyebutkannya.

Baca juga: Dikirim ke Rekening Bank Aceh Syariah, 16.543 Siswa di Aceh Jaya Terima Beasiswa

Baca juga: VIDEO Bank Aceh Syariah Serahkan Bus Toyota Hiace ke Pengajian Majelis Halaqah Alquran Gayo Lues

Hanya Satu Orang

Adanya rencana pergantian di jajaran direksi itu semakin diperkuat oleh keterangan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Tetapi Aminullah mengungkapkan, hanya satu orang direktur yang diusulkan ganti, bukan beberapa jajaran direksi.

"Satu orang diganti. Salah satu direktur," sebut Wali Kota Banda Aceh ini.

Ketika dikejar lagi siapa direktur yang akan diganti sambil menyebut beberapa nama, Aminullah tak menjawabnya secara gamblang.

"Tidak jelas (siapa direktur yang akan diganti). Itu tergantung PSP (pemegang saham pengendali)," timpalnya.

Untuk diketahui, jajaran direksi Bank Aceh sebagaimana diakses dari website Bank Aceh, keseluruhan berjumlah lima orang.

Terdiri dari Haizir Sulaiman sebagai Direktur Utama, kemudian Lazuardi selaku Direktur Operasional, dan Bob Rinaldi Direktur Bisnis.

Selanjutnya Amal Hasan selaku Direktur Dana dan Jasa, serta yang terakhir Yusmal Diansyah selaku Direktur Kepatuhan.

Selain membahas perombakan direksi, Aminullah juga menyebut bahwa RUPS-LB juga membahas pergantian Komisaris Utama (Komut).

Pemegang saham menunjuk Taqwallah yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh sebagai Komut Bank Aceh.

Pergantian jabatan itu dilakukan menyusul mundurnya Komut yang lama, Bustami Hamzah, yang baru dua bulan menjabat.

Bustami mengajukan pengunduran diri berbarengan dengan pengunduran dirinya dari Kepala Badan Pengelola Keuangan Aceh (BPKA) pada 30 Mei 2021.

Untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, dalam RUPS yang berlangsung di Jantho pada Selasa (28/6/2021) lalu, pemegang saham menunjuk Taqwallah sebagai Plt Komut.(*)

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Fasilitas Pajak, Hingga Akhir Tahun 2021

Baca juga: Pemerintah Rekrut 2.000 Dokter Baru, Bantu Tangani Pandemi Covid-19

Baca juga: WHO Kritik Kebijakan Vaksin Berbayar Indonesia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved