Breaking News:

Jurnalisme Warga

Pesona Batu Siambong-Ambong Simeulue

Simeulue, mungkin sebagian orang merasa asing saat mendengarnya. Inilah salah satu kabupaten terluar di Aceh

Editor: bakri
Pesona Batu Siambong-Ambong Simeulue
FOR SERAMBINEWS.COM
MARNIDA NINGSIH, Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Sinabang

OLEH MARNIDA NINGSIH, Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Sinabang

Simeulue, mungkin sebagian orang merasa asing saat mendengarnya. Inilah salah satu kabupaten terluar di Aceh. Kabupaten ini berada kurang lebih 105 mil dari Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat atau 85 mil laut dari Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan.

Simeulue diresmikan jadi kabupaten, hasil pemekaran dari kabupaten induknya, Aceh Barat, pada 12 Oktober 1999 dan beribukotakan Sinabang.

Simeulue merupakan kabupaten berbentuk kepulauan yang terdiri atas pulau-pulau besar dan beberapa pulau kecil di sekitarnya yang totalnya berjumlah 76 buah pulau. Panjang pulau ini lebih kurang 100,2 km dan lebarnya antara 8 hingga 28 km, dengan jumlah kecamatan sepuluh dan 222 desa.

Kabupaten ini memiliki banyak sekali kekayaan budaya dan alam, baik di bidang pertanian, perikanan, dan khususnya bidang pariwisata. Nah, bicara soal destinasi wisata, Pulau Simeulue bisa menjadi salah satu destinasi yang sangat cocok dikunjungi pada musim liburan akhir pekan maupun pada libur Hari Raya Iduladha mendatang.

Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat ke Simeulue adalah Pantai Batu Siambong-ambong Alafan. Objek wisata ini terletak di Desa Lubuk Baik, Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue. Waktu tempuhnya dari Sinabang sekitar empat jam perjalanan darat. Untuk transportasi bisa gunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil yang tersedia di Sinabang.

Pantai Alafan ini memiliki ombak yang cukup besar karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Di pantai ini pasir berwarna putih terbentang luas dan hamparan pohon kelapa berjejer rapi. Airnya pun sangat jernih dan bersih. Namun, pesona utama yang dimiliki tempat ini tidak terletak pada pasir pantai maupun airnya, melainkan pada sebuah batu besar yang sangat panjang. Batu tersebut menjulur lurus ke tengah lautan menghadap samudra. Namanya, Batu Siambong-ambong.

Batu ini menjadi ikon Kecamatan Alafan. Bentuknya sangat unik karena posisi batu seperti itu sangat jarang ditemukan pada pantai-pantai di Aceh pada umumnya. Pengunjung pun bisa naik ke atas batu dengan cara menaiki tangga sederhana yang terbuat dari kayu serta tali sebagai pegangan, tetapi harus tetap berhati-hati.

Siambong-Ambong sendiri terdiri dari atas dua batu. Yang paling depan, batunya berukuran lebih kecil serta terpisah dari batu yang berukuran besar. Batu kecil yang terpisah diumpamakan sebagai jangkar, sedangkan yang besar adalah kapalnya. Sensasi yang luar biasa akan dirasakan saat sudah berada di atas Batu Siambong-ambong layaknya seperti berada di atas sebuah kapal besar yang tengah berlayar menuju samudra.

Namun, di balik keindahan pantai dan keunikan batunya tersimpan sejarah atau legenda yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat mengenai Batu Siambong-ambong. Alkisah, pada zaman dahulu kala ada seorang putri berparas sangat cantik. Ia diculik oleh peri raksasa yang tiba-tiba keluar dari dasar lautan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved