Breaking News:

Putra Aceh Raih Predikat Cum Laude di Kota ‘Seribu Wali’

Tgk Dzinnun Al-Misry, putra kelahiran Montasik, Aceh Besar, mendapat gelar sarjana di Al-Ahgaf University, Yaman, dengan nilai sangat memuaskan

Editor: bakri
Foto kiriman Khairul Rijal Nurdin
Tgk Dzinnun Al-Misry BSc yang mendapat nilai Cumlaude di Universitas Al-Ahgaf, Yaman. 

BANDA ACEH - Tgk Dzinnun Al-Misry, putra kelahiran Montasik, Aceh Besar, mendapat gelar sarjana di Al-Ahgaf University, Yaman, dengan nilai sangat memuaskan atau cum laude, Kamis (15/7/2021). Banyak para Masyaikh dan Habaib kelas internasional yang keluar dari ‘rahim’ Al-Ahgat University, seperti Al-Habib Umar bin Hafizd, Habib Ali Al-Jufri dan masih banyak lagi.

Tgk Dzinnun berhasil menorehkan prestasi itu di Kota ‘Seribu Wali’ dan saat ini merupakan satu-satunya putra Aceh yang meraih predikat cum laude. Melalui siaran pers yang diterima Serambi dari Khairul Rijal Nurdin, pelajar Aceh yang sedang menjalani pendidikan di Zawiyah Al-Aidrus, Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (16/7/2021) menjelaskan, Tgk Dzinnun Al-Misry merupakan alumni pesantren Mudi Mesra Samalanga. Bireuen.

Pada tahun 2016 silam, Dzinnun hijrah ke Tarim, Hadhramaut. Di kota Seribu Wali’ itu, Dzinnun melanjutkan pendidikannya di Al-Ahgaf University, sebuah universitas terfavorit di Yaman.

Al-Ahgaf University merupakan anggota universitas Liga Arab, sehingga pelajar dari mancanegara berkumpul di universitas berpusat di Hadhramaut, sebuah provinsi terbesar di Yaman.

Pada Kamis (15/7/2021), universitas ini menggelar wisuda untuk mahasiswa angkatan ke-22. Ada 44 wisudawan berasal dari Indonesia, termasuk diantaranya Dzinnun. Lewat kerja kerasnya selama lima tahun menggali ilmu di tanah padang pasir, Dzinnun berhasil meraih nilai sangat memuaskan.

Dzinnun menjadi putra Aceh pertama meraih cum laude di jenjang strata satu (S1) Universitas Al-Ahgaf. Menjadi satu kebanggaan bagi Aceh karena dikenal sebagai provinsi kental dengan budaya Islam dan kualitas keagamaan.

Dzinnun selain aktif sebagai pelajar, juga merupakan Imam tetap di Masjid Maheer, Tarim. Ia merupakan hafiz 30 juz dan menjadi rujukan kitab kuning bagi sebagian pelajar di univeristas tempat ia menimba ilmu.

Sosok Dzinnun juga dianggap sebagai teladan di kampus tempat ia menimba ilmu, karena memiliki sikap yang tenang dan rendah hati. Tengku Ulul Azmi menyebut, Dzinnun sosok yang membanggakan, karena berhasil meraih nilai terbaik di kampus yang sangat ketat dalam perkara keilmuan.

"Sosok Dzinnun adalah panutan kami. Beliau begitu tenang dan rendah hati. Padahal kita semua tau, bahwa kualitas ilmu Tgk Dzinnun sangat layak menjadi generasi ulama di Aceh. Bayangkan, di universitas ternama dan terkenal ketat, yang pelajarnya dari berbagai negara, tapi Tgk Dzinnun mampu meraih nilai cum laude. Tgk Diznnun layak dinobatkan sebagai pelajar teladan," ungkap Tgk Ulul Azmi, mahasiswa Al-Ahgaf University asal Bireuen.

Kecemerlangan dari sisi keilmuan Tgk Dzinnun Al-Misry juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, seperti dari Tgk Razali Nurdin, alumni Dayah Mudi Mesra.

Menurutnya, di era modern ini sangat dibutuhkan akademisi yang berasal dari dayah, sehingga dayah terus eksis dengan perkembangan zaman.

"Sebagai kalangan santri, saya sangat bangga terhadap Tgk Dzinnun Al-Misry. Ia sangat dibutuhkan kalangan akedemisi berbasis dayah, sehingga kalangan dayah bisa berkiprah di berbagai bidang," katanya.

Ia juga menyebut petuah Imam Syafie mengenai Islam dan zaman. "Islam tidak ketinggalan zaman, Islam juga tidak mengikuti zaman, akan tetapi Islam menjawab tantangan zaman." Proud off you, Tgk. Adoe", ungkap Tgk Razali Nurdin, anggota DPRK yang juga alumni dayah Mudi Mesra Samalanga sebagaimana dikutip dari siaran pers yang dikirim Khairul Rijal.(sa)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved