Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Dasar Hukum Potong Timbangan Kelapa Sawit di Pabrik Rugikan Petani Rp 54 Miliar Setahun

Setiap tandan buah segar kelapa sawit milik petani yang dijual ke pabrik kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil, dikenakan potongan timbangan

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Ketua DPD Apkasindo Aceh Singkil, Syafril Harahap alias Haji Apin 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Setiap tandan buah segar kelapa sawit milik petani yang dijual ke pabrik kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil, dikenakan potongan sekitar 2,5 persen atau setara dengan 250 kilo per mobil dengan muatan 10 ton. 

Pemotongan tersebut dapat dilihat di bukti penjualan kelapa sawit petani kepada pabrik.

Bahkan menurut Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Singkil, Syafril Harahap potongan bisa mencapai 6 persen per mobil. 

Baca juga: Dua Pemuda Meninggal Keseterum Listrik Saat Panen Sawit, Ini Imbauan Kapolres Subulussalam

Haji Apin sapaan akrab Syafrial Harahap, menyebutkan potongan tersebut tidak memiliki dasar hukum.

"Potongan ini sama sekali tidak ada dasar hukumnya dua koma lima persen lima bahkan enam persen per mobil," kata Apin, Senin (19/7/2021).

Menurut Api, jika alasannya pemotongan merupakan sortir karena gagang tandan sawit panjang, ada sampah atau kualitas buah tidak bagus sulit diterima petani. Sebab potongan terlalu besar hingga merugikan petani.

"Bila buah sawit tidak bagus sebaiknya perusahaan pabrik kelapa sawit tidak usah terima.

Lebih baik dikembalikan  sebagai pembelajaran agar petani meningkatkan kualitas produksi," tukasnya. 

Baca juga: Viral Video Selebgram Aceh Timbulkan Kerumunan di Lhokseumawe, Begini Reaksi Satgas Covid-19

Praktek pemotongan sawit petani ketika dijual ke perusahaan pabrik kelapa sawit sudah berlangsung sejak puluhan tahun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved