Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Sawit Petani Dikenakan Potongan 2,5%, Pemkab Aceh Singkil Panggil Perusahaan untuk Klarifikasi

Dalam waktu dekat, Pemkab Aceh Singkil segera memanggil perusahaan PKS untuk meminta klarifikasi.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
SERAMBI/DEDE ROSAD
Areal perkebunan kelapa sawit milik warga di kawasan Singkil Utara, Aceh Singkil, Minggu (6/6/2021). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil merespon informasi potongan wajib tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani yang dijual ke pabrik kelapa sawit (PKS). 

Dalam waktu dekat, Pemkab Aceh Singkil segera memanggil perusahaan PKS untuk meminta klarifikasi.

"Informasi ini segera kami tindaklanjuti melalui Dinas Perkebunan agar melakukan klarifikasi ke perusahaan," kata Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi, MAP, Senin (19/7/2021).

Secara terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Aceh Singkil, Zulkifli mengatakan, sudah menerima arahan dari Sekda untuk menindaklanjuti informasi pemotongan sawit petani tersebut. 

Sejauh ini, sebutnya, laporan secara resmi dari petani yang merasa dirugikan belum ada.

"Tetapi dari informasi ini, kami tindaklanjuti dengan segera memanggil perusahaan pabrik kelapa sawit," ujar Zulkifli. 

Baca juga: Dasar Hukum Potong Timbangan Kelapa Sawit di Pabrik Rugikan Petani Rp 54 Miliar Setahun

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Singkil, Syafril Harahap mengatakan, setiap tandan buah segar kelapa sawit milik petani yang dijual ke pabrik kelapa sawit dikenakan potongan wajib sekitar 2,5 persen atau setara dengan 250 kilogram per mobil dengan muatan 10 ton. 

Pemotongan tersebut dapat dilihat di bukti penjualan kelapa sawit petani kepada pabrik kelapa sawit.

Bahkan, menurut Haji Apin--sapaan akrab Syafril Harahap, potongan bisa mencapai 6 persen per mobil. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved