Breaking News:

Luar Negeri

Kembali Saling Menuding Pelaku Kejahatan, China Sebut AS Sumber Serangan Cyber Terbesar di Dunia

Amerika dan negara sekutu yakni anggota NATO, Uni Eropa, Australia, Selandia Baru dan Jepang, menuding China sebagai dalang dari kejahatan siber.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Foto file-Anadolu Agency
Joe Biden saat menjabat Wapres AS dan Presiden China Xi Jinping. 

SERAMBINEWS.COM - Setelah beberapa saat sempat meredam, kisruh antara China-Amerika Serikat mulai kembali memanas.

Amerika dan negara sekutu yakni anggota NATO, Uni Eropa, Australia, Selandia Baru dan Jepang, Senin (19/7/2021) menuding China sebagai dalang dari serangan siber.

Tidak terima dengan tudingan sebagai pelaku kejahatan cyber, China menuding Amerika Serikat sebagai penjahat cyber terbesar di dunia.

Melansir dari China.org.cn, Rabu (21/7/2021) siaran pers resmi yang dirilis pemerintah China, menyebut China menantang segala bentuk serangan cyber dan Amerika Serikat adalah sumber serangan cyber.

Baca juga: Ilmuwan China Ungkap Asal Usul Covid-19 Alami, tak Bisa Dibuat Secara Artifisial

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian, membuat pernyataan pers sebagai tanggapan atas tuduhan AS dan sekutunya atas masalah keamanan siber.

"Tindakan ini membingungkan benar dengan yang salah dan mencoreng serta menekan China keluar dari tujuan politik. China tidak akan pernah menerima ini," kata Zhao.

"China tidak akan pernah mendorong, mendukung, atau memaafkan serangan siber. Posisi ini konsisten dan jelas," kata juru bicara itu.

Mengingat sifat virtual dari dunia maya dan fakta bahwa ada semua jenis pelaku online yang sulit dilacak, penting untuk memiliki cukup bukti saat menyelidiki dan mengidentifikasi insiden terkait dunia maya.

"Dibutuhkan kehati-hatian ekstra saat mengaitkan serangan siber dengan pemerintah suatu negara. Apa yang disebut rincian teknis yang dirilis oleh pihak AS bukan merupakan rangkaian bukti yang lengkap," kata Zhao.

"Faktanya, Amerika Serikat adalah sumber serangan dunia maya terbesar, kata Zhao, menambahkan bahwa statistik menunjukkan organisasi serangan dunia maya dari Badan Intelijen Pusat AS telah melakukan infiltrasi dan serangan dunia maya terhadap China selama 11 tahun di bidang-bidang utama seperti kedirgantaraan, lembaga ilmu pengetahuan dan penelitian, industri minyak, perusahaan Internet besar, dan lembaga pemerintah," ulasnya.

Baca juga: VIDEO Kurir Terancam Hukuman Mati Usai Bawa Sabu-Sabu dalam Kemasan Teh China

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved