Breaking News:

Nelayan Aceh akan Disanksi Jika Melaut pada 10, 11, dan 12 Dzulhijjah

Menyambut Hari Raya Idul Adha, para nelayan di Aceh tidak melaut selama tiga hari, yaitu pada 10-12 Dzulhijjah, atau 20-22 Juli 2021

Editor: bakri
Serambinews.com
Boat nelayan ditambatkan di kawasan TPI 

BANDA ACEH - Menyambut Hari Raya Idul Adha, para nelayan di Aceh tidak melaut selama tiga hari, yaitu pada 10-12 Dzulhijjah, atau 20-22 Juli 2021. Jika ada nelayan yang kedapatan melaut pada hari itu, maka akan disanksi.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek kepada awak media, Senin (19/7/2021), melalui pesan whatsapp. Dijelaskan, larangan melaut bagi nelayan se-Aceh itu dikeluarkan oleh lembaga Panglima Laot Aceh dan sudah berlaku saban hari raya idul Fitri maupun Idul Adha.

"10, 11, dan 12 Dzulhijjah adalah hari pantang melaut, hari-hari hijriah tersebut menjadi hari diharamkan melaut bagi seluruh nelayan di Aceh, maupun nelayan luar Aceh yang mencari ikan di perairan laut Aceh," ujar Miftah.

Dikatakan, aturan adat pantang melaot tersebut sudah ada sejak masa kerajaan Aceh. Aturan tersebut masih diterapkan oleh nelayan Aceh hingga saat ini. Ia menegaskan, jika ada nelayan yang kedapatan melaut pada hari pantang melaot tersebut maka akan dikenakan sanksi oleh lembaga panglima laot. Sanksi berupa penyitaan hasil tangkapan nelayan, hingga penyitaan boat atau kapal selama tiga hingga 7 hari.

Dia menyebutkan, aturan ini tidak hanya berlaku bagi nelayan Aceh, namun juga berlaku terhadap nelayan dari luar yang melaut di wilayah perairan Aceh. "Kalau ada nelayan yang dari luar masuk ke Aceh, mereka juga harus menghormati aturan kita, mereka juga tidak boleh melaut. Jika kedapatan maka juga akan disita kapalnya," kata Miftach.

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek mengatakan, makna yang diambil dari hari pantang melaot ini, para nelayan bisa fokus beribadah, menyambung silaturahmi, hingga melaksanakan kurban di gampong masing-masing.

"Maknanya pada hari pantang melaot ini, para nelayan bisa menjalankan ibadah, bisa silaturahmi dan berqurban," ujar Miftach.

Dikatakan, ada beberapa hari pantang melaut yang wajib dipatuhi oleh nelayan Aceh, yaitu pada hari khanduri laot, hari raya Idul Fitri, Idul Adha, pada hari Jumat, menyambut bulan Ramadhan dan peringatan hari musibah tsunami Aceh dan setiap peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.(mun)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved