Breaking News:

Berita Banda Aceh

Bea Cukai Aceh Kumpulkan Penerimaan Negara Rp 38 Miliar, Terbesar dari Bea Keluar

Hingga Juni 2021, Kanwil Bea Cukai Aceh telah merealisasikan capaian berupa pengumpulan penerimaan negara sejumlah Rp 38,3 miliar atau mencapai 759,9%

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati

Hingga Juni 2021, Kanwil Bea Cukai Aceh telah merealisasikan capaian berupa pengumpulan penerimaan negara sejumlah Rp 38,3 miliar atau mencapai 759,9% persen dari target yang ditetapkan, yakni sebesar Rp 5,02 miliar. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hingga Juni 2021, Kanwil Bea Cukai Aceh telah merealisasikan capaian berupa pengumpulan penerimaan negara sejumlah Rp 38,3 miliar atau mencapai 759,9% persen dari target yang ditetapkan, yakni sebesar Rp 5,02 miliar. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh, Safuadi yang juga Kanwil Bea Cukai Aceh dalam konferensi pers kinerja ekonomi aceh semester 1 2021, Senin (19/7) di gedung Keuangan Banda Aceh.

Dalam konferensi pers itu, sejumlah lembaga seperti Perwakilan Kemenkeu Aceh, Bank Indonesia,  OJK, BPS, BPK< dan BPKP memaparkan sejumlah kinerjanya di Aceh.

Safuadi menjelaskan, penerimaan yang dikumpulkan tersebut terdiri dari bea masuk sebesar Rp 290 juta, bea keluar sebesar Rp 37,77 miliar dan cukai sebesar Rp 260 juta.

Kemudian, untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bea Cukai Aceh telah memberikan beragam jenis fasilitas kepabeanan kepada pengusaha dan industri dalam negeri. 

Fasilitas kepabeanan tersebut, terdiri atas pembebasan dan/atau penangguhan pembayaran Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

Baca juga: Bea Cukai Aceh Kumpulkan Penerimaan Negara 28 M

Hal ini bertujuan, untuk meningkatkan partisipasi industri dalam negeri dalam melakukan ekspor. 

Hingga Juni 2021, fasilitas kepabeanan yang telah diberikan oleh Kanwil Bea Cukai Aceh diantaranya adalah 5 Pusat Logistik Berikat (PLB); 2 Kawasan Berikat (KB); 13 Fasilitas Pembebasan BM dan PDRI Kegiatan Hulu Migas Bumi senilai US$ 181.000 atau Rp 2,6 miliar; 7 Tempat Penimbunan Sementara (TPS); 8 Kawasan Pabean; 1 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe; dan 1 Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Sabang. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved